digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Pada saat yang bersamaan, industri batubara global mencatat permintaan tertinggi sepanjang sejarah pada tahun 2025, sementara para produsen Indonesia menghadapi tekanan akibat penurunan harga batubara pada pasar acuan. Dalam kondisi ini, kemampuan operasi pertambangan batubara terbuka untuk beroperasi secara efisien menjadi faktor krusial dalam menjaga keberlangsungan operasi yang menguntungkan. Sepanjang tahun anggaran 2025, PT Mining Contractor mencatat kinerja produksi di bawah target pada Site X4. Realisasi produksi overburden tercatat sebesar 76.326.326 bank cubic meter, sementara target yang direncanakan adalah 98.494.361 bank cubic meter, sehingga terdapat selisih sebesar 22.168.035 bank cubic meter dari target dan estimasi pendapatan yang tidak terealisasi sebesar USD 58.966.973. Selisih ini terutama disebabkan oleh inefisiensi operasional yang menghambat pencapaian target Jam Kerja Efektif. Penelitian ini menerapkan kerangka Lean Six Sigma Define-Measure-Analyze untuk mengidentifikasi akar penyebab dan menyusun rencana perbaikan yang terprioritasi. Analisis Pareto, analisis word cloud, dan Focus Group Discussion (FGD) bersama pemangku kepentingan utama digunakan untuk menganalisis data Fleet Management System. Ditemukan delapan Undesirable Effects pada tiga subsistem operasional. Kedelapan inisiatif perbaikan tersebut dikonsolidasikan menjadi empat skenario implementasi dan diprioritaskan menggunakan Analytical Hierarchy Process. Penilaian risiko pra-implementasi dilakukan dan mengidentifikasi 15 risiko yang dapat dikelola. Dengan asumsi yang paling konservatif, implementasi ini diproyeksikan dapat memulihkan 8.428.226 bank cubic meter dan USD 22.427.510, setara dengan 38 persen dari kerugian peluang pada tahun anggaran 2025.