digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

COVER Muhammad Thoriq Aziz
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 1 Muhammad Thoriq Aziz
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 2 Muhammad Thoriq Aziz
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 3 Muhammad Thoriq Aziz
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 4 Muhammad Thoriq Aziz
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 5 Muhammad Thoriq Aziz
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

PUSTAKA Muhammad Thoriq Aziz
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

Dalam industri otomotif global saat ini, kolaborasi dengan pemasok luar negeri sangat penting tetapi sering terpengaruh oleh waktu respons yang lambat, kurangnya transparansi, dan hambatan budaya. Di PT. Global Motor Manufacturing (GMM), penerapan metodologi Plan-Do-Check-Act (PDCA) tidak menangani secara memadai masalah kualitas yang berulang dan lamanya waktu investigasi, dalam studi ini, pemasok berasal dari China, India, dan Korea Selatan. Kesenjangan yang terus-menerus ini disebabkan oleh akses terbatas terhadap proses pemasok, komunikasi yang tidak terstruktur, dan kurangnya keselarasan budaya dan teknis. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara semi-terstruktur dengan anggota internal QA (Quality Assurance), pemasok luar negeri, QA Head Quarter, dan pakar QA dari perusahaan competitor. Analisis tematik menyoroti tantangan utama disetiap fase PDCA dan memungkinkan perumusan Solusi yang ditargetkan dan dapat ditindak lanjuti. Studi ini mengusulkan seperangkat Solusi bisnis universal dan spesifik negara. Ini termasuk standar template pelaporan cacat, alat digital kolaboratif, tinjauan kinerja pemasok secara berkala, dan pengembangan kompetensi budaya yang ditargetkan. Solusi ini dirancang untuk memperkuat kepercayaan, meningkatkan responsivitas, dan menyelaraskan standar kualitas dan performa kualitas dalam jaringan pemasok luar negeri. Dengan menggabungkan solusi ini dalam setiap fase siklus PDCA, studi ini mengusulkan kerangka kerja yang terstruktur dan juga adaptif untuk mendukung penyelesaian masalah kualitas. Studi ini memberikan kontribusi berupa model PDCA yang disempurnakan yang disesuaikan dengan realitas kolaborasi pemasok global. Dengan menggabungkan praktik etis, pemahaman budaya, dan disiplin proses, kerangka ini mengubah QA dari tugas reaktif menjadi fungsi strategis proaktif dan mendukung daya saing jangka panjang disektor otomotif.