digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Dalam berinvestasi, pasti terdapat risiko mengalami kerugian; secara khusus, investasi atas saham yang cenderung memiliki return yang besar, namun memiliki volatility yang besar pula. Investor perlu mengukur risiko investasi guna mengetahui seberapa besar kerugian yang dapat dialami atas suatu investasi tertentu. Dengan mengukur risiko, investor dapat menentukan risk tolerance dan risk appetite yang ingin diambilnya. Pada tugas akhir ini, digunakan tiga ukuran risiko, yaitu Value-at-Risk (VaR), Conditional Tail Expectation (CTE), dan Proportional Hazard Transform (PH-Transform) dan hasil ukuran risiko dari ketiga ukuran risiko tersebut dibandingkan. Data yang digunakan pada tugas akhir ini adalah data harga saham harian Intel dari tanggal 17 April 2012 sampai 13 April 2017. Definisi return yang digunakan adalah return rasio harga saham. Dalam mengukur risiko investasi, digunakan data kerugian yang merupakan negatif dari data return. Menggunakan uji Anderson-Darling, dengan tingkat signifikansi 𝛼=0.1, ditemukan bahwa data kerugian harian saham Intel tersebut dapat dimodelkan dengan model peluang Loglogistik dengan parameter 𝛾=136.6430854 dan 𝜃=1.0003057. Dari hasil pengukuran risiko menggunakan VaR atas data yang digunakan sebagai studi kasus, dapat disimpulkan bahwa semakin besar tingkat kepercayaan atau 𝛿, semakin besar pula nilai VaR, yang berakibat semakin besar pula nilai CTE. Dari hasil pengukuran risiko menggunakan PH-Transform, dapat disimpulkan bahwa semakin besar risk aversion atau 𝑟, semakin kecil nilai PH-mean. Dari hasil perbandingan PH-Transform dan CTE, dapat disimpulkan bahwa untuk penentuan risiko kerugian yang besar akan lebih mudah dengan menggunakan PH-Transform dikarenakan tidak diperlukan ketelitian yang besar dalam penentuan parameter 𝑟 dibandingkan penentuan parameter 𝛿 dalam ukuran risiko CTE.