digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Benturan antara ekspektasi dengan realitas menimbulkan rasa cemas yang menghambat penulis buat bergerak. Komunikasi verbal sering kali tidak cukup menampung kompleksitas dari rasa cemas tersebut. Oleh karena tidak menemukan wadah yang aman, penulis menjadikan menggambar sebagai cara untuk mencurahkan kecemasannya. Seri “Imajinasi Kecemasan” memuat enam karya drawing dari hasil kontemplasi penulis dalam menggambarkan kondisi realitas lingkungannya yang memicu kecemasan dan ketakutan. Seri karya ini didasari oleh teori seni sebagai representasi dan logoterapi dari Viktor Frankl. Kemudian, Arnold Bocklin merupakan seniman yang karyanya penulis jadikan referensi. Metode penciptaan melalui empat tahapan utama, yaitu eksplorasi (kontemplasi dan penggalian referensi), perancangan (pembuatan sketsa dan eksperimen), perwujudan (menggambar menggunakan media oil pastel di atas kertas), serta penyajian dan refleksi. Tujuan proyek ini untuk mewujudkan lanskap alam imajinatif yang merepresentasikan renungan atas kecemasan dengan menggunakan medium gambar teknik oil pastel dan pensil warna di atas kertas. Memaknai kecemasan psikis hidup manusia dalam lingkungan keseharian mampu memicu ruang imajinasi baru tentang interioritas bentuk-bentuk lanskap imajinatif, seperti, badai di tepi tebing, gua yang subur, kedalaman di bawah laut, gua yang gelap, air terjuan di pusaran tornado, hingga air terjun merah. Lanskap alam di seri karya ini paralel dengan kondisi lingkungan yang dialami. Penulis dapat melawan kecemasan itu dengan kegiatan produktif seperti menggambar, yang merupakan cara memahami kecemasan itu sendiri. Penciptaan karya ini memfasilitasi penulis dalam menemukan makna menuju pembaruan karakter dalam menghadapi realitas hidup.