Benturan antara ekspektasi dengan realitas menimbulkan rasa cemas yang menghambat penulis
buat bergerak. Komunikasi verbal sering kali tidak cukup menampung kompleksitas dari rasa
cemas tersebut. Oleh karena tidak menemukan wadah yang aman, penulis menjadikan
menggambar sebagai cara untuk mencurahkan kecemasannya. Seri “Imajinasi Kecemasan”
memuat enam karya drawing dari hasil kontemplasi penulis dalam menggambarkan kondisi
realitas lingkungannya yang memicu kecemasan dan ketakutan. Seri karya ini didasari oleh teori
seni sebagai representasi dan logoterapi dari Viktor Frankl. Kemudian, Arnold Bocklin merupakan
seniman yang karyanya penulis jadikan referensi. Metode penciptaan melalui empat tahapan
utama, yaitu eksplorasi (kontemplasi dan penggalian referensi), perancangan (pembuatan sketsa
dan eksperimen), perwujudan (menggambar menggunakan media oil pastel di atas kertas), serta
penyajian dan refleksi. Tujuan proyek ini untuk mewujudkan lanskap alam imajinatif yang
merepresentasikan renungan atas kecemasan dengan menggunakan medium gambar teknik oil
pastel dan pensil warna di atas kertas. Memaknai kecemasan psikis hidup manusia dalam
lingkungan keseharian mampu memicu ruang imajinasi baru tentang interioritas bentuk-bentuk
lanskap imajinatif, seperti, badai di tepi tebing, gua yang subur, kedalaman di bawah laut, gua
yang gelap, air terjuan di pusaran tornado, hingga air terjun merah. Lanskap alam di seri karya ini
paralel dengan kondisi lingkungan yang dialami. Penulis dapat melawan kecemasan itu dengan
kegiatan produktif seperti menggambar, yang merupakan cara memahami kecemasan itu sendiri.
Penciptaan karya ini memfasilitasi penulis dalam menemukan makna menuju pembaruan karakter
dalam menghadapi realitas hidup.
Perpustakaan Digital ITB