Industri agensi kreatif digital di Indonesia yang didominasi oleh Gen Z saat ini menghadapi tantangan kritis berupa Tingkat perputaran karyawan (turnover) yang sangat tinggi, yang mengancam stabilitas operasional dan keberlanjutan bisnis. Fenomena ini sering kali dipicu oleh praktik kepemimpinan tidak etis yang sering memberikan tekanan kerja yang berlebihan, lembur tanpa dibayar dan lingkungan kerja toksik yang menjadi ciri khas agensi kreatif digital dengan ritme cepat. Penelitian ini bertujuaan untuk memberikan strategi untuk mengurangi turnover intention yang disebabkan oleh unethical leadership yang mempengaruhi psikologidistress karyawan.
Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey yang melibatkan 191 karyawan agensi kreatif digital di Indonesia. Data primer terkumpul dianaliis dengan menggunakan teknik SEM-PLS (Structural Equation Modelling-Partial Least Squares) untuk menguji model pengukuran dan model structural dari tiga hipotesis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa unethical leadership memiliki pengaruh positif dan signifikan, di mana psychological distress terbukti berperan sebagai mediator yang kuat. Penelitian ini merumuskan The Integrated Digital Creative Agency Framework sebagai solusi strategis. Kerangka ini mengintegrasikan penembangkan kompetensi berbasis empati dan integritas, penguatan system tata Kelola etis melalui saluran pelporan yang aman yang membentuk kode etik, serta reformasi manajemen beban kerja untuk menciptakan keamanan psikologis. Strategi ini diharapkan dapat membangun resiliensi organisasi, memperbaiki kesehatan lingkungan kerja, dan secara efektif menekan angka turnover secara berkelanjutan di industry kreatif digital.
Perpustakaan Digital ITB