digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

COVER Titto Devianto
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 1 Titto Devianto
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 2 Titto Devianto
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 3 Titto Devianto
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 4 Titto Devianto
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 5 Titto Devianto
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

PUSTAKA Titto Devianto
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

Permasalahan bisnis Perusahaan, yang bisnis intinya adalah transportasi batubara, adalah semakin besarnya tekanan untuk menyelaraskan harapan pemangku kepentingan dengan prinsip-prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance). Studi ini mencoba untuk fokus pada aspek sosial untuk mengatasi aspek ketenagakerjaan yang memerlukan peningkatan peran strategis P&O dalam organisasi untuk mendukung transisi Perusahaan dengan rencana strategis, peta jalan, dan hasil dengan digitalisasi sebagai penggerak transformasi ini. Rasa nyaman karyawan merupakan salah satu permasalahan yang dihadapi Perusahaan. Ketika industri batubara mengalami transisi akibat pengaruh lingkungan hidup dan pasar, Perusahaan harus memberikan peluang bagi karyawan untuk melakukan pelatihan ulang, peningkatan keterampilan, atau transisi ke jalur pekerjaan alternatif. Berinvestasi dalam pengembangan karyawan dan mendukung transisi pekerjaan dapat memitigasi dampak sosial dari perubahan industri dan meningkatkan keberlanjutan tenaga kerja dalam jangka panjang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi Manajemen mengenai peran P&O dan untuk menentukan peran strategis P&O untuk menambah nilai dalam menyelesaikan masalah bisnis. Hal ini juga untuk mengeksplorasi bagaimana digitalisasi dapat dimanfaatkan untuk mengatasi permasalahan bisnis sekaligus meningkatkan peran strategis P&O dalam talent management. P&O memainkan peran penting dalam perolehan, pengembangan, dan retensi talenta dalam organisasi. Dengan kemajuan digitalisasi, fungsi P&O dapat berkembang menjadi mitra yang lebih strategis dalam mendorong kesuksesan bisnis. Studi ini akan menyelidiki bagaimana P&O dapat memanfaatkan alat dan platform digital untuk mengidentifikasi kesenjangan talenta, merancang program pelatihan yang dipersonalisasi, memfasilitasi pembelajaran berkelanjutan, dan menumbuhkan budaya inovasi dan ketangkasan dalam Perusahaan. Studi ini mengeksplorasi peran P&O yang terus berkembang dalam Perusahaan dengan memanfaatkan model Ulrich yang terkenal sebagai kerangka panduan. Ketika Perusahaan mengalami perubahan besar yang didorong oleh permasalahan lingkungan, tekanan peraturan, dan kemajuan teknologi, P&O memainkan peran penting dalam memfasilitasi ketangkasan organisasi, pengembangan bakat, dan penyelarasan strategis. Melalui tinjauan literatur yang komprehensif dan metode penelitian kualitatif, penelitian ini mengkaji penerapan praktis model Ulrich —Mitra Strategis, Ahli Administratif, Employee Champion, dan Agen Perubahan— dalam konteks bagaimana meningkatkan peran strategis P&O untuk mendorong kesuksesan bisnis. Melalui tinjauan pustaka yang komprehensif beserta wawancara dan kuesioner, penelitian ini mengkaji penerapan praktis model Ulrich dalam konteks perusahaan transformasi batubara. Wawancara dan/atau diskusi dengan Manajemen. Kuesioner menggunakan 40 pertanyaan dari Ulrich. Setiap pertanyaan akan memiliki peringkat dari 1 (satu) yang sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut dan 5 (lima) yang sangat setuju. Pertanyaan tersebut akan mengeksplorasi persepsi Manajemen dan karyawan dari peran strategis, peran administrasi, peran agen perubahan, dan peran juara karyawan. Jumlah sampel adalah 70 peserta, dengan distribusi lokasi 60% Samarinda dan 40% Jakarta. Sampel yang terdiri dari sebagian besar tahun layanan kurang dari 5 (lima) tahun (46%) sedangkan sisanya antara 5 (lima) hingga 10 (sepuluh) tahun (44%) dan lebih dari 10 (sepuluh) tahun (10%). Sampel departemen untuk proyek ini terdiri dari 11 (sebelas) Departemen. Jumlah sampel terbesar adalah Teknis (23%) sedangkan yang terkecil adalah Crewing (1%). Rangkaian lokakarya dan diskusi untuk mengeksplorasi ekspektasi Manajemen yang terdiri dari model operasi target baru dengan Pelatihan Manajemen sebagai inti untuk memungkinkan para manajer mengelola dengan memanfaatkan digitalisasi. Dari kuesioner dan wawancara, terdapat kesenjangan antara ekspektasi Manajemen dan persepsi karyawan. Secara umum, karyawan memberikan persetujuan yang lebih tinggi pada pernyataan P&O sebagai peran strategis dibandingkan dengan Manajemen. Sementara untuk peran lainnya terdapat persepsi yang sama. Fokus pada peran strategis adalah untuk mempersempit kesenjangan dengan meningkatkan persepsi Manajemen terhadap peran strategis P&O. Kesimpulannya, penelitian ini memberikan gambaran tentang inisiatif strategis perusahaan pelayaran untuk meningkatkan peran P&O dalam kerangka organisasinya. Melalui penyelarasan strategi P&O dengan tujuan bisnis, pemanfaatan wawasan berbasis data, dan penanaman budaya kolaboratif, Perusahaan berupaya meningkatkan keunggulan kompetitifnya dalam lanskap industri yang berkembang pesat.