Reaktor Serba Guna G.A. Siwabessy (RSG-GAS) telah beroperasi sejak tahun 1987
sebagai fasilitas utama pendukung riset nuklir, produksi radioisotop, dan layanan
teknologi nuklir di Indonesia. Seiring dengan usia operasi yang melampaui 35
tahun, isu penuaan struktur, sistem, dan komponen (SSK) menjadi faktor penting
yang berpengaruh terhadap keselamatan dan keberlanjutan operasi. Sesuai dengan
ketentuan IAEA SSR-3, SSG-10 (Rev 1), dan NP-T-5.5, penerapan Program
Manajemen Penuaan (Ageing Management Programme/AMP) dan kesiapan
Operasi Jangka Panjang (Long-Term Operation/LTO) memerlukan dokumentasi
teknis yang komprehensif, keterlacakan data perawatan, serta dukungan kajian
rekayasa seperti Analisis Penuaan Berbatas Waktu (Time-Limited Ageing
Analysis/TLAA) dan Penilaian Keselamatan Berkala (Periodic Safety Review /PSR).
Namun, sistem pengelolaan data perawatan RSG-GAS masih didominasi oleh
pencatatan manual yang terfragmentasi, sehingga membatasi analisis degradasi
secara sistematis dan berbasis data.
Disertasi ini bertujuan mengembangkan Sistem Informasi Perawatan (SIP)
(Maintenance Information System/MIS), berbasis web untuk mendukung
digitalisasi program manajemen penuaan (Aging Management Programme/AMP)..
Sistem dirancang secara modular dengan basis data relasional PostgreSQL dan
pengkodean Kraftwerk-Kennzeichen-System (KKS), serta dilengkapi mekanisme
kontrol akses berbasis peran (Role Base Access Control/RBAC), jejak audit, dan
alur persetujuan. Pengembangan sistem dilakukan mengikuti metodologi Waterfall
dalam Siklus Hidup Pengembangan Perangkat Lunak hingga tahap Uji Penerimaan
Pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SIP meningkatkan
keteraturan dokumentasi, keterlacakan data, dan konsistensi pengelolaan
perawatan, sehingga memberikan dukungan teknis yang relevan bagi implementasi
AMP dan kesiapan RSG-GAS menuju operasi jangka panjang.
Perpustakaan Digital ITB