digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Satria Putra Pamungkas
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

Desain interior merupakan hasil dari serangkaian interaksi berulang antara klien dan desainer, yang sering menimbulkan keterlambatan persetujuan dan mengganggu alur kerja serta menurunkan efisiensi proyek. Studi ini menelusuri bagaimana keterlambatan tersebut muncul pada tahap schematic design di Visial Studio dengan menggunakan Customer Journey Analysis (CJA) untuk membandingkan metode presentasi VR dan non-VR. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor penyebab lamanya waktu persetujuan klien yang dapat memicu pergeseran timeline, inefisiensi, dan penurunan kepuasan klien. Penelitian ini memperkenalkan penerapan CJA sebagai pendekatan baru dalam konteks desain interior, khususnya pada tahap schematic design. Meski penggunaan VR banyak dibahas dalam praktik desain, belum ada studi empiris yang mengkaji bagaimana alat visualisasi mempengaruhi urutan interaksi klien–desainer dalam proses yang sebenarnya. Dengan merekonstruksi customer journey melalui triangulasi metodologis antara rekaman komunikasi, dokumen persetujuan, dan berkas revisi, analisis ini membandingkan alur kerja yang direncanakan dengan perjalanan aktual untuk mengungkap deviasi serta akar penyebabnya. Temuan penelitian memberikan wawasan empiris mengenai perjalanan setiap klien dan mengidentifikasi dua jenis deviasi tambahan, yaitu timing dan iteration, yang memperluas empat jenis deviasi yang sebelumnya didefinisikan oleh Halvorsrud et al. (2016). Analisis menunjukkan bahwa keterlambatan terutama dipicu oleh masalah waktu, sementara iteration lebih merefleksikan proses penyempurnaan ketimbang kegagalan dalam layanan desain interior. Presentasi berbasis VR meningkatkan pemahaman klien dan kejelasan pengambilan keputusan, sehingga tidak ditemukan failing touchpoint pada seluruh kasus VR. Namun demikian, penggunaan VR tidak secara otomatis mempercepat keseluruhan durasi schematic design. Kecepatan persetujuan tetap sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti jenis klien, jenis proyek, ukuran proyek, dan kesiapan kondisi site. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bagaimana CJA dapat mengungkap mekanisme terjadinya keterlambatan persetujuan dalam layanan desain interior, serta menyoroti kondisi ketika VR mampu meningkatkan—meski tidak selalu mempercepat—alur kerja schematic design.