digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Dini Setyorini Nurdianto
PUBLIC Open In Flipbook Rita Nurainni, S.I.Pus

Perubahan iklim dapat memberikan tekanan terhadap wilayah pesisir dan pulau kecil melalui kenaikan muka air laut serta perubahan garis pantai. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi perubahan luas daratan dan garis pantai Pulau Sipora selama periode 1994–2024 serta menganalisis tren kenaikan muka air laut sebagai salah satu faktor yang berkaitan dengan perubahan tersebut. Analisis dilakukan menggunakan citra Landsat tahun 1994, 2009, dan 2024 untuk ekstraksi garis pantai dengan metode Normalized Difference Water Index (NDWI), kemudian perubahan garis pantai dianalisis menggunakan Digital Shoreline Analysis System (DSAS) berdasarkan parameter Net Shoreline Movement (NSM) dan Linear Regression Rate (LRR). Koreksi garis pantai dilakukan berdasarkan kondisi pasang surut dan kemiringan pantai, sedangkan tren kenaikan muka air laut dianalisis menggunakan data altimetri satelit periode 1994–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas daratan Pulau Sipora menurun sebesar 291,06 ha atau 0,49%, dari 59.964,93 ha pada tahun 1994 menjadi 59.673,87 ha pada tahun 2024. Perubahan garis pantai menunjukkan bahwa tiga wilayah didominasi abrasi dan satu wilayah didominasi akresi, dengan wilayah I mengalami abrasi paling kuat dengan rata-rata NSM ?60,41 m dan LRR ?2,01 m/tahun. Selanjutnya, wilayah III dengan rata-rata NSM ?49,47 m; LRR ?1,65 m/tahun. Wilayah II yang mengalami abrasi paling ringan dengan rata-rata NSM ?36,61 m; LRR ?1,22 m/tahun. Sebaliknya, wilayah IV mengalami akresi dengan rata-rata NSM +37,11 m dan LRR +1,23 m/tahun. Hasil validasi garis pantai wilayah I menghasilkan RMSE sebesar 15,50 m. Tren kenaikan muka laut sebesar 4,21 mm/tahun berlangsung bersamaan dengan penurunan luas daratan dan dominasi abrasi pada sebagian besar wilayah. Namun, perbedaan pola antarwilayah menunjukkan bahwa perubahan garis pantai tidak hanya berkaitan dengan kenaikan muka laut, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi gelombang, kemiringan pantai, dinamika sedimen, dan morfologi wilayah tersebut.