digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Internasionalisasi semakin dipandang sebagai strategi penting bagi perguruan tinggi dalam memperkuat kehadiran dan daya saing di tingkat global. Namun, kajian ilmiah di bidang ini masih banyak menyoroti peran dosen dan peneliti, sementara kontribusi staf non-akademik dalam mendukung operasional internasionalisasi belum banyak dibahas. Penelitian ini mengkaji tingkat kesiapan staf non-akademik di Universitas Padjadjaran—yang saat ini tengah berupaya memperkuat performa internasional—dalam menjalankan proses internasionalisasi yang berlangsung di balik layar. Penelitian menggunakan pendekatan sequential explanatory mixed methods. Tahapan diawali dengan penyusunan kerangka kompetensi yang dirumuskan melalui telaah literatur, praktik benchmarking, serta wawancara awal. Kerangka tersebut digunakan untuk menyusun instrumen survei berisi 72 butir pernyataan yang diberikan kepada 113 responden dan telah terbukti reliabel serta valid. Wawancara singkat dilakukan untuk memperjelas temuan survei dan memastikan bahwa interpretasi hasil selaras dengan konteks kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan pola yang konsisten. Staf non-akademik telah memiliki kesiapan perilaku yang kuat—antara lain motivasi, orientasi layanan, kemampuan beradaptasi, dan inisiatif. Namun, kemampuan operasional yang berkaitan dengan prosedur internasional, komunikasi bahasa Inggris, administrasi digital, layanan mobilitas internasional, dan interaksi lintas budaya masih perlu diperkuat. Kesenjangan tersebut lebih banyak bersumber dari sistem organisasi dibandingkan faktor individu. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini mengusulkan pengembangan Strategic Human Capital Management sebagai panduan peningkatan kompetensi, yang selaras dengan arah internasionalisasi dan dapat memperkuat kinerja global perguruan tinggi.