Abstrak - Toddy Ersan Daniswara
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
COVER - Toddy Ersan Daniswara
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 - Toddy Ersan Daniswara
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 - Toddy Ersan Daniswara
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 - Toddy Ersan Daniswara
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 - Toddy Ersan Daniswara
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 - Toddy Ersan Daniswara
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
DAFTAR PUSTAKA - Toddy Ersan Daniswara
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Kerusakan tulang akibat retak atau patah memerlukan material pengganti
sementara, seperti semen tulang, untuk membantu proses penyembuhan. Penelitian ini
bertujuan untuk mensintesis semen tulang berbasis magnesium oxychloride cement (MOC)
serta mengevaluasi pengaruh penambahan aditif terhadap degradasi, kuat tekan, dan
pembentukan hidroksiapatit. MOC disintesis menggunakan magnesium oksida (MgO),
magnesium klorida heksahidrat (MgCl2·6H2O), dan air (H2O), dengan penambahan aditif
berupa kitosan, keratin, dan asam tanat. Karakterisasi menggunakan X-ray diffraction (XRD)
menunjukkan terbentuknya fasa 5 sebagai fasa utama. Setelah perendaman selama 14 hari,
seluruh sampel mengalami peningkatan intensitas fasa Mg(OH)2. Hasil uji degradasi
menunjukkan bahwa sampel dengan penambahan keratin dan asam tanat memiliki
persentase degradasi masing-masing sebesar 10,8% dan 10,5%. Nilai kuat tekan setelah
perendaman mencapai 147 MPa pada variasi keratin dan 192 MPa pada variasi asam tanat.
Namun, pertumbuhan hidroksiapatit belum teramati pada permukaan seluruh sampel.
Berdasarkan hasil penelitian, MOC berbasis MgO, MgCl2·6H2O, dan H2O berhasil disintesis
sebagai material semen tulang. Penambahan keratin dan asam tanat meningkatkan kuat tekan
sebesar 569% dan 733% dibandingkan MOC tanpa aditif, sedangkan kitosan menurunkan
kuat tekan dan kestabilan MOC. Selain itu, keratin dan asam tanat menghasilkan
karakteristik degradasi yang sebanding dengan MOC tanpa aditif. Penambahan aditif belum
menunjukkan pengaruh terhadap pembentukan hidroksiapatit pada kondisi pengujian yang
dilakukan.
Perpustakaan Digital ITB