digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


COVER Muhammad Nur Nobi Kamosa
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 Muhammad Nur Nobi Kamosa
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Muhammad Nur Nobi Kamosa
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Muhammad Nur Nobi Kamosa
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Muhammad Nur Nobi Kamosa
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Muhammad Nur Nobi Kamosa
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Muhammad Nur Nobi Kamosa
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

Peningkatan permintaan selada romaine (Lactuca sativa var. longifolia) perlu diimbangi dengan penggunaan media tanam yang produktif dan berkelanjutan. Kompos limbah baglog jamur tiram (Pleurotus ostreatus) berpotensi dimanfaatkan sebagai substitusi media tanam karena mengandung unsur hara dan dapat mendukung penerapan ekonomi sirkular. Penelitian ini bertujuan menganalisis pertumbuhan, hasil biomassa, serta neraca massa dan energi budidaya selada romaine pada media berbasis kompos limbah baglog. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap non faktorial dengan empat perlakuan, yaitu tanah dengan NPK, kompos limbah baglog 100%, campuran 60% kompos dan 40% tanah, serta campuran 40% kompos dan 60% tanah. Parameter penelitian meliputi kondisi mikroklimat dan edafi k, pertumbuhan, biomassa, serapan N, P, dan K, serta neraca massa dan energi. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji DMRT apabila memenuhi asumsi normalitas, sedangkan data yang tidak normal dianalisis menggunakan uji Kruskal–Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran 40% kompos limbah baglog dan 60% tanah merupakan perlakuan berbasis kompos yang paling potensial untuk menggantikan sebagian media tanam. Namun, tanah dengan NPK tetap memberikan pertumbuhan, biomassa, serta efi siensi neraca massa dan energi terbaik pada sebagian besar parameter.engan demikian, kompos limbah baglog lebih sesuai digunakan sebagai substitusi sebagian media tanam daripada sebagai media tunggal