digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Jati (Tectona grandis L. f.) merupakan komoditas kehutanan bernilai ekonomi tinggi yang juga diketahui mampu menyintesis skualena, sebuah triterpena strategis untuk industri farmasi dan kosmetik. Pasokan skualena global saat ini masih bergantung pada ekstraksi minyak hati hiu yang tidak berkelanjutan, sehingga mendorong urgensi pengembangan sumber alternatif nabati. Meskipun jati berpotensi sebagai salah satu sumber nabati alternatif tersebut, pemanfaatan organnya terkendala karena skualena selama ini hanya terdeteksi pada akar, yang eksploitasinya tidak sejalan dengan praktik kehutanan berkelanjutan. Hingga saat ini, informasi komprehensif mengenai profil distribusi skualena dan mekanisme regulasi molekuler gen kunci squalene synthase 1 (TgSQS1) pada organ-organ vegetatif nonakar jati masih sangat terbatas, sehingga menjadi dasar utama dilakukannya penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil akumulasi skualena pada berbagai organ vegetatif jati, serta menganalisis tingkat ekspresi gen TgSQS1 pada organ-organ tersebut. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara profil akumulasi skualena dengan pola ekspresi transkripsional gen TgSQS1. Analisis dilakukan pada sampel daun muda, daun intermediat, daun dewasa, internodus pertama, kedua, ketiga, dan pucuk vegetatif yang diambil dari pohon jati berumur sekitar 25 tahun di lingkungan Institut Teknologi Bandung, Kampus Ganesha. Metode penelitian yang digunakan meliputi analisis profil akumulasi skualena melalui ekstraksi Soxhlet yang dilanjutkan dengan analisis menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). Analisis molekuler dilakukan dengan mengisolasi RNA total dari setiap sampel, diikuti sintesis cDNA, dan analisis ekspresi gen relatif dengan metode Quantitative Reverse Transcription-Polymerase Chain Reaction (qRT-PCR). Data ekspresi gen TgSQS1 dinormalisasi menggunakan gen housekeeping Tg?-Tub dan dihitung menggunakan metode komparatif 2-??CT. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi Spearman yang positif dan kuat (? = 0,79) antara profil akumulasi skualena dan ekspresi gen TgSQS1. Secara spesifik, analisis fitokimia menunjukkan akumulasi skualena tertinggi terdeteksi pada daun dewasa (10,29%) dan internodus ketiga (8,45%), sedangkan pada daun muda tidak terdeteksi (0,00%). Sejalan dengan itu, analisis ekspresi gen menunjukkan tingkat transkripsi TgSQS1 tertinggi dan signifikan teridentifikasi pada daun intermediat (dengan nilai log2(fold change) = 4,44) bila dibandingkan dengan internodus pertama sebagai kontrol. Temuan utama penelitian ini adalah teridentifikasinya ketidakselarasan antara puncak transkripsi gen TgSQS1 yang terjadi pada daun intermediat dengan puncak akumulasi produk skualena yang terjadi pada daun dewasa. Fenomena ini mengindikasikan adanya mekanisme regulasi yang kompleks pada tingkat pasca-transkripsi atau pasca-translasi, serta potensi jeda waktu antara proses transkripsi gen dengan akumulasi metabolit akhir. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan adanya spesialisasi fungsional metabolik pada organ vegetatif jati. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa organ vegetatif muda memprioritaskan konversi efisien skualena menjadi produk pertahanan akhir, sementara organ matang, khususnya daun dewasa, berfungsi sebagai lokasi utama untuk akumulasi dan penyimpanan skualena. Temuan ini memberikan informasi fundamental yang krusial untuk perancangan strategi rekayasa metabolisme di masa depan. Hasil penelitian ini juga mengidentifikasi daun dewasa sebagai bagian tanaman nonakar yang paling potensial untuk dikembangkan sebagai sumber skualena berkelanjutan.