digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Adellya Andarista
PUBLIC Open In Flipbook Rita Nurainni, S.I.Pus

Perairan Cirebon di utara Pulau Jawa merupakan perairan dangkal yang dipengaruhi banyak muara sungai dan aktivitas manusia. Kondisi ini menyebabkan dinamika oseanografi yang kuat, terutama pada parameter suhu dan pH yang berperan penting dalam kualitas perairan. Pengukuran in situ memberikan data yang akurat, namun memerlukan biaya tinggi, sehingga data reanalisis CMEMS banyak digunakan sebagai alternatif. Namun, karena berskala global, data tersebut berpotensi tidak sepenuhnya merepresentasikan kondisi lokal pesisir sehingga perlu dievaluasi dan dikoreksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis distribusi vertikal suhu dan pH di perairan Cirebon, mengevaluasi kesesuaian data CMEMS terhadap data in situ, serta menyusun model koreksi. Pengamatan in situ dilakukan pada lima stasiun dari dekat pantai hingga lepas pantai dan diperoleh menggunakan sensor MIDAS CTD+ Valeport, sedangkan data pembanding berasal dari produk CMEMS. Analisis dilakukan menggunakan distribusi vertikal, korelasi Pearson, serta pemodelan regresi dengan evaluasi kinerja berdasarkan nilai korelasi dan RMSE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi vertikal suhu perairan Cirebon menunjukkan nilai minimum pada musim barat–timur (28,22–28,41°C) dan maksimum pada musim peralihan I–II (31,46–31,47°C), dengan kisaran pH 7,16–8,43. Data suhu CMEMS memiliki kesesuaian tinggi terhadap data in situ (R = 0,917), sedangkan data pH menunjukkan kesesuaian rendah (R = ?0,2089). Model koreksi terbaik untuk suhu diperoleh dari regresi polinomial orde dua dengan R = 0,921. Untuk pH, meskipun polinomial orde tiga memberikan R tertinggi (R = 0,222) dan regresi linier lebih praktis (R = 0,212), belum diperoleh model koreksi yang memadai.