Perairan Cirebon di utara Pulau Jawa merupakan perairan dangkal yang
dipengaruhi banyak muara sungai dan aktivitas manusia. Kondisi ini menyebabkan
dinamika oseanografi yang kuat, terutama pada parameter suhu dan pH yang
berperan penting dalam kualitas perairan. Pengukuran in situ memberikan data yang
akurat, namun memerlukan biaya tinggi, sehingga data reanalisis CMEMS banyak
digunakan sebagai alternatif. Namun, karena berskala global, data tersebut
berpotensi tidak sepenuhnya merepresentasikan kondisi lokal pesisir sehingga perlu
dievaluasi dan dikoreksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis distribusi vertikal
suhu dan pH di perairan Cirebon, mengevaluasi kesesuaian data CMEMS terhadap
data in situ, serta menyusun model koreksi. Pengamatan in situ dilakukan pada lima
stasiun dari dekat pantai hingga lepas pantai dan diperoleh menggunakan sensor
MIDAS CTD+ Valeport, sedangkan data pembanding berasal dari produk
CMEMS. Analisis dilakukan menggunakan distribusi vertikal, korelasi Pearson,
serta pemodelan regresi dengan evaluasi kinerja berdasarkan nilai korelasi dan
RMSE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi vertikal suhu perairan
Cirebon menunjukkan nilai minimum pada musim barat–timur (28,22–28,41°C)
dan maksimum pada musim peralihan I–II (31,46–31,47°C), dengan kisaran pH
7,16–8,43. Data suhu CMEMS memiliki kesesuaian tinggi terhadap data in situ (R
= 0,917), sedangkan data pH menunjukkan kesesuaian rendah (R = ?0,2089).
Model koreksi terbaik untuk suhu diperoleh dari regresi polinomial orde dua dengan
R = 0,921. Untuk pH, meskipun polinomial orde tiga memberikan R tertinggi (R =
0,222) dan regresi linier lebih praktis (R = 0,212), belum diperoleh model koreksi
yang memadai.
Perpustakaan Digital ITB