digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Arif Gunawan
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Air tanah memiliki peranan vital sebagai sumber air bersih bagi kebutuhan manusia dan lingkungan, namun eksploitasi berlebihan telah menimbulkan penurunan muka air tanah dan degradasi kualitas yang signifikan. Dampak tersebut terutama terlihat pada fenomena penurunan muka air tanah dengan sangat cepat, serta terjadinya pencemaran air tanah. Penelitian Disertasi ini mengkaji lebih detil karakteristik kualitas air tanah di Cekungan Air Tanah (CAT) Surabaya-Lamongan dengan metode komparasi pada senyawa fosfat (senyawa utama) dan komponen lainnya yakni nitrat, nitrit, amonia, sulfat, fluoride, kromium, kadmium, mangan, pH di tahun 2022 terhadap hasil amatan di tahun 2025 (fase yang sama di musim penghujan). Selain itu juga dilakukan analisis terhadap hasil uji pemompaan (pumping test) terhadap 25 (dua puluh lima) sumur sampel di lapangan dengan 2 (dua) metode yakni pengujian sumur dengan step draw down test dan pengujian akuifer melalui long periode test. Kemudian hasil analisis pumping test tersebut dilanjutkan dengan analisis penentuan parameter kuantitatif berupa storativitas (S), transmisivitas (T), dan konduktivitas hidrolik (K) dari seluruh titik sampel pumping test tadi. Hasil analisis tersebut selanjutnya dijelaskan dalam bentuk spasial berupa peta isopach yang menunjukkan bahwa terdapat 4 (empat) formasi litologi yang berada pada Cekungan Air Tanah Surabaya-Lamongan yakni formasi batupasir lempungan (clayey sandstone), batulempung pasiran (sandy claystone), tuf pasiran (sandy tuff), dan tuf (tuff). Berdasarkan hubungan antara hasil uji pemompaan dan peta isopach ini dapat dianalisis lebih lanjut mengenai karakteristik sistem hidrostratigrafi dan keterkaitannya dengan distribusi lapisan akuifer, akuitar, dan tanah (soil) pada sistem akuifer bebas (unconfined aquifer). Sistem akuifer di wilayah studi dicirikan dengan komposisi lapisan clayey sandstone yang berpotensi sebagai akuifer produktif. Ketebalan lapisan berkisar antara 8 hingga 24 meter dan mendukung kapasitas penyimpanan air tanah yang baik. Sistem akuitar di wilayah studi dicirikan dengan lapisan sandy claystone, sandy tuff, dan tuff berfungsi sebagai akuitar. Ketebalan lapisan berkisar antara 2 hingga 16 meter. Pemodelan numerik SWAT+ digunakan untuk mengkaji dinamika hidrologi, interaksi air permukaan–air tanah, serta dampak penggunaan lahan terhadap distribusi fosfat. Meskipun model baseline menunjukkan performa kalibrasi yang masih lemah, pemodelan ini memberikan kerangka kerja penting untuk pengelolaan sumber daya air berkelanjutan dan mitigasi pencemaran di wilayah tersebut. Aktivitas domestik, industri, dan pertanian memberikan kontribusi signifikan terhadap pencemaran fosfat. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan dasar ilmiah penting bagi pengelolaan sumber daya air tanah berkelanjutan dan mitigasi pencemaran di CAT Surabaya–Lamongan.