Kabupaten Seram Bagian Timur merupakan salah satu daerah yang memiliki sumber daya alam migas yang cukup besar. Kontribusi sektor migas ini cukup besar dalam pertumbuhan ekonomi daerah tersebut. Salah satu indikator yang umumnya digunakan untuk mengukur pembangunan ekonomi suatu daerah adalah Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan Harga Berlaku, selama periode tahun 2001 hingga 2008 rata-rata konstribusi sektor migas sebesar 11,36 % terhadap pembentukan PDRB Kabupaten Seram Bagian Timur, dan tanpa Migas pada periode yang sama rata-rata sebesar 11,53 %. Distribusia per sektor lapangan usaha atas dasar harga berlaku pada periode yang sama selama delapan tahun untuk sektor pertambangan Migas dan pengalian adalah sebesar 11,71 %. Sedangkan Pertumbuhan per tahun tanpa migas atas dasar harga berlaku selama delapan tahun rata-rata sebesar 1,32 %. Kemudian Konstribusi sektor Migas atas dasar harga konstan tahun 2000 terhadap PDRB pada periode yang sama rata-rata sebesar 3,8 % dan tanpa Migas adalah rata-rata sebesara 4,25 %. Laju pertumbuhan per tahun sektor Migas atas dasar harga konstan tahun 2000 rata-rata sebesar 4,49 % dan tanpa migas rata-rata sebesar 3,68%. Distribusi per sektor lapangan usaha atas dasr harga konstan selama delapan tahun rata-rata sebesar 12,66 %. Pendapatan Regional per kapita selama periode tahun 2000-2008 dengan migas sebesar rata-rata 9,02 %, dan tanpa migas pada rata-rata sebesar 7,22 %. pendapatan perkapita dengan migas rata-rata pada periode yang sama sebesar 19,72 %, dan tanpa migas rata-rata sebesar 11,29 %. Sedangkan untuk distribusi prosentase bagi hasil minyak bumi per total penerimaan pemda SBT tahun 2004-2008 adalah rata-rata sebesar 12,14 %. Secara langsung kegiatan pertambangan migas ini mampu menyerap tenaga kerja sebesar 152 orang. Kehadiran industri tersebut, selain memberikan kontibusi langsung seperti penyerapan tenaga kerja, sumber pajak dan retribusi daerah, juga menimbulkan beberapa kontribusi tidak langsung yang diantaranya adalah sebagai wahana transfer teknologi tinggi, peluang aktifitas usaha seperti kontraktor, peningkatan aktifitas ekonomi masyarakat sekitar serta program pengembangan daerah. Untuk itu di harapkan Kabupaten Seram Bagian Timur dapat meningkatkan pembangunan di berbagai sektor untuk lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kondisi terakhir menunjukan bahwa produksi migas di Seram Bagian Timut dari tahun ke tahun semakin berkurang. Untuk mengantisipasi keadaan tersebut, diera Otonomi Daerah ini peran Pemda Kabupaten Seram Bagin Timur semakin besar dalam mengundang para investor untuk melakukan eksploitasi migas di wilayahnya yang belum dimanfaatkan. Salah satu caranya adalah dengan memberikan jaminan keamanan, kepastian hukum dan insentif yang dapat menarik minat para investor tersebut.
Perpustakaan Digital ITB