2026 PP FIKRI MAULANA IBRAHIM ABSTRAK
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
2026 PP FIKRI MAULANA IBRAHIM BAB 1
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
2026 PP FIKRI MAULANA IBRAHIM BAB II
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
2026 PP FIKRI MAULANA IBRAHIM BAB III
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
2026 PP FIKRI MAULANA IBRAHIM BAB IV
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
2026 PP FIKRI MAULANA IBRAHIM BAB V
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
2026 PP FIKRI MAULANA IBRAHIM BAB VI
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
2026 PP FIKRI MAULANA IBRAHIM DAFTAR PUSTAKA
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Estimasi sumber daya mineral umumnya dilakukan menggunakan pendekatan
deterministik yang menghasilkan satu nilai estimasi pada setiap blok, sehingga
informasi mengenai ketidakpastian spasial masih terbatas. Penelitian ini bertujuan
menerapkan Sequential Gaussian Simulation (SGS) sebagai pendekatan
probabilistik dalam klasifikasi sumber daya nikel laterit serta membandingkannya
dengan Ordinary Kriging (OK) pada Blok PB 5 PT XYZ. Penelitian menggunakan
data pemboran yang terdiri atas data collar, survey, litologi, dan kadar Ni yang
diolah melalui validasi basis data, komposit, pemodelan geologi, top flattening,
analisis variogram, dan pemodelan blok. Estimasi dilakukan menggunakan OK dan
SGS sebanyak 100 realisasi. Klasifikasi pada SGS didasarkan pada nilai Koefisien
Variasi (CV), sedangkan pada OK menggunakan kriging variance. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pada domain limonit, OK menghasilkan kategori Measured,
Indicated, dan Inferred masing-masing sebesar 92,7%, 6,7%, dan 0,6%, sedangkan
SGS menghasilkan 79,4%, 20,3%, dan 0,3%. Pada domain saprolit, OK
menghasilkan masing-masing 87,3%, 9,2%, dan 3,5%, sedangkan SGS
menghasilkan 68,5%, 25,8%, dan 5,7%. Hasil ini menunjukkan bahwa klasifikasi
berbasis SGS lebih sensitif terhadap ketidakpastian estimasi yang berkaitan dengan
variabilitas spasial, sehingga mampu mengidentifikasi tingkat keyakinan sumber
daya secara lebih beragam dibandingkan OK. Dengan demikian, SGS dinilai lebih
representatif untuk klasifikasi sumber daya berbasis tingkat keyakinan, sedangkan
OK tetap sesuai sebagai metode estimasi kadar.
Perpustakaan Digital ITB