Pengkategorian keluhan pelanggan pada layanan media sosial umumnya masih
dilakukan secara manual oleh agen, sehingga memakan waktu dan rentan terhadap
ketidakkonsistenan. Kondisi ini mendorong perlunya otomatisasi melalui
klasifikasi teks yang bersifat multi label, karena satu keluhan dapat memiliki lebih
dari satu kategori, dan pendekatan yang hanya memilih satu kategori berisiko
mengabaikan informasi penting. Sebagian kategori bahkan seringkali muncul
bersamaan, sehingga model yang memperlakukan setiap kategori secara
independen berisiko keliru membedakan kategori yang saling tumpang tindih.
Ketidakseimbangan distribusi antar-kategori turut menjadi tantangan, karena dapat
menghasilkan model yang mengabaikan kategori berdata sedikit. Pendekatan
berbasis fine-tuning model bahasa pra-latih berukuran besar menghasilkan akurasi
tinggi, tetapi membutuhkan sumber daya komputasi besar, terutama pada tahap
inferensi, sehingga kurang sesuai untuk penanganan keluhan bervolume besar.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan membangun
model klasifikasi multi label keluhan pelanggan yang akurat melalui pemodelan
korelasi antar-label, namun tetap ringan secara komputasi, dengan mengusulkan
integrasi Correlation Network (CorNet) ke dalam kerangka Multi-Teacher
Distillation-Based CNN (MDCNN), yang menempatkan BERT dan Bidirectional
Gated Recurrent Unit (BiGRU) sebagai model guru dan TextCNN sebagai model
murid. Data yang digunakan adalah keluhan pelanggan dari Twitter periode 2023
hingga 2025, dengan dataset akhir sebanyak 12.692 baris pada delapan tipe isu
setelah pra-pemrosesan, di mana ketidakseimbangan ekstrem pada tipe isu GPTL
dan INFORMASI mendominasi masing-masing 62,7% dan 57,8%. Untuk
menangani ketidakseimbangan data, diuji tujuh kombinasi strategi yang mencakup
MLSMOTE, PROS, PRUS, dan class weight.
Hasil penelitian menunjukkan MDCNN yang memanfaatkan BERT dan BiGRU
sebagai model guru berhasil mentransfer pengetahuan ke TextCNN sebagai model
murid melalui distilasi, dengan F1-Score sebesar 0,8451 pada kondisi
penyeimbangan terbaik, meningkat dari TextCNN tanpa distilasi sebesar 0,7401,
sekaligus melampaui kinerja model guru secara individual meskipun parameternya
sekitar 29 kali lebih sedikit dibandingkan BERT. Integrasi CorNet meningkatkan
kemampuan model memodelkan korelasi antar-label, sehingga F1-Score meningkat
menjadi 0,8706 dan akurasi mencapai 92,77%, dengan tambahan parameter hanya
sebesar 0,0448%, menjawab kelemahan MDCNN dalam membedakan kategori
yang saling tumpang tindih. Model usulan mampu menyalip kinerja terbaik
sekaligus mempertahankan keunggulan efisiensi inferensi. Penelitian ini
memberikan kontribusi berupa model klasifikasi keluhan pelanggan yang ringan
namun mampu memodelkan korelasi antar-label, sehingga mendukung penanganan
keluhan yang lebih cepat, konsisten, dan akurat.
Perpustakaan Digital ITB