digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Theresia Sinintaro Siahaan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 1 Theresia Sinintaro Siahaan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 2 Theresia Sinintaro Siahaan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 3 Theresia Sinintaro Siahaan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 4 Theresia Sinintaro Siahaan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 5 Theresia Sinintaro Siahaan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 6 Theresia Sinintaro Siahaan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

PUSTAKA Theresia Sinintaro Siahaan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

LAMPIRAN Theresia Sinintaro Siahaan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

Kampung Batik Kauman di Kota Pekalongan merupakan klaster industri batik berbasis warisan budaya yang kini dihadapkan pada tuntutan transisi menuju ekonomi sirkular. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk penerapan praktik ekonomi sirkular berdasarkan prinsip 9R, mengevaluasi kesiapan klaster dalam bertransisi, serta menganalisis faktor pendorong dan penghambat yang mempengaruhinya. Analisis dilakukan menggunakan tiga kerangka terintegrasi, yaitu prinsip 9R, kerangka kinerja klaster Razminien? (2021), serta Institutional Isomorphism dan Contextual Interaction Theory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku IKM telah menerapkan sejumlah prinsip sirkular secara intuitif dan organik, meskipun tanpa pemahaman konseptual yang memadai. Dari 20 IKM, hanya 9 yang memiliki skor penerapan 9R di atas nol, sementara prinsip Refuse dan Recover belum diterapkan akibat keterbatasan yang ada. Evaluasi kesiapan klaster mengungkap kondisi yang lemah di seluruh dimensi, dengan klaster dikategorikan pada level Reactive dengan indikasi awal menuju Proactive. Faktor penghambat utama terletak pada rendahnya kapasitas kognitif dan belum optimalnya tekanan regulatif maupun normatif, sedangkan motivasi intrinsik pelaku usaha menjadi potensi utama yang dapat dikembangkan. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi intervensi yang lebih kontekstual dan berlapis, dengan rekomendasi prioritas yaitu penguatan kapasitas pengetahuan ekonomi sirkular, optimalisasi peran paguyuban, serta pengembangan regulasi dan pembiayaan kolektif yang lebih inklusif untuk mendukung transisi klaster menuju ekonomi sirkular.