digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Kecamatan Gedebage merupakan kawasan peri-urban di bagian timur Kota Bandung yang bertransformasi pesat seiring berkembangnya fungsi perumahan, perdagangan dan jasa, fasilitas pelayanan, serta pusat kegiatan baru. Penelitian ini bertujuan memodelkan pola pergerakan dan pembebanan lalu lintas di Kecamatan Gedebage berdasarkan proyeksi guna lahan melalui kerangka Four-Step Model (FSM). Perubahan tutupan lahan diproyeksikan menggunakan Cellular Automata-Artificial Neural Network (CA-ANN) sebagai dasar penyusunan input guna lahan, yang selanjutnya digunakan dalam pemodelan bangkitan dan tarikan perjalanan. Distribusi perjalanan antarzona dan pemilihan moda dimodelkan menggunakan Extreme Gradient Boosting (XGBoost), kemudian perjalanan kendaraan dibebankan pada jaringan jalan untuk mengevaluasi kinerja ruas jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan terbangun diproyeksikan bertambah sekitar 119,48 Ha hingga tahun 2045, terutama melalui perkembangan fungsi perumahan serta perdagangan, jasa, dan perkantoran. Pada skenario dasar, proyeksi tersebut menghasilkan peningkatan bangkitan sebesar 57,02% dan tarikan sebesar 64,68%. Total perjalanan yang bersinggungan dengan Gedebage meningkat sebesar 60,88% dan distribusi perjalanan antarzona menjadi semakin tersebar. Kendaraan pribadi tetap menjadi moda dominan dengan proporsi hasil model 64,66%. Kendaraan antarzona yang dibebankan pada jaringan meningkat sekitar 61,29%, dari 26,21 ribu menjadi 42,27 ribu kendaraan per hari. Soekarno-Hatta dan Gedebage Selatan tetap menjadi koridor utama, sementara jaringan internal semakin berperan dalam mendistribusikan perjalanan. Pada tahun 2026, lima dari delapan ruas representatif telah berada pada LOS F. Dalam skenario no-build dengan kapasitas jaringan tetap, seluruh delapan ruas diproyeksikan mencapai LOS F pada tahun 2045. Temuan ini menunjukkan keterkaitan perubahan guna lahan dengan peningkatan kebutuhan perjalanan, perluasan interaksi antarzona, dan tekanan besar terhadap jaringan jalan.