digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Integrasi cepat Smart Technology, Artificial Intelligence, Robotics, and Algorithms (STARA) membentuk ulang dunia kerja, menyebabkan pekerja mulai menilai apakah peran mereka akan tergantikan. Persepsi ini disebut sebagai kesadatann STARA. Penilaian tersebut dapat memicu perasaan ketidakamanan kerja dan mendorong pekerja untuk menimbun pengetahuan daripada berbagi yang dilakukan sebagai usaha untuk mempertahankan nilai mereka. Studi ini menguji hubungan antara kesadaran STARA dan perilaku berbagi pengetahuan (mengumpulkan pengetahuan dan membagi pengetahuan), serta peran moderasi orientasi tujuan pembelajaran (LGO), pada 124 teknologi profesional di Jakarta, menggunakan PLS-SEM melalui SmartPLS. Hasil menunjukkan bahwa STARA Awareness secara signifikan dan negatif memengaruhi aktivitas mengumpulkan pengetahuan (? = -0.206) dan aktivitas membagi pengetahuan (? = -0.169), sementara LGO secara positif memengaruhi keduanya (? = 0.490 dan 0.43) dan secara signifikan menahan pengaruh negatif kesadaran STARA. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa sebagian besar responden merasa teraugmentasi oleh STARA daripada tergantikan (M = 2.69), dengan 91 dari 124 responden merupakan pengguna AI yang intensif. Hal ini menunjukkan bahwa paparan yang sering terhadap AI mungkin berkaitan dengan persepsi terhadap AI sebagai alat yang mendukung pekerjaan mereka daripada sebagai ancaman terhadap pekerjaan mereka. Temuan juga menunjukkan bahwa LGO mungkin memiliki peran yang lebih kuat dalam mendorong perilaku berbagi pengetahuan, sementara kesadaran STARA tampaknya lebih relevan pada pekerja dengan paparan AI yang lebih rendah. Oleh karena itu, organisasi disarankan untuk mulai mengenalkan AI dan melatih workes menggunakannya. Selain itu, penilaian LGO dalam proses rekrutmen dan pengembangan talenta diperlukan untuk memastikan lingkungan kerja yang dipenuhi oleh talenta dengan LGO tinggi. Pada saat yang sama, organisasi perlu terus membangun lingkungan di mana pekerja merasa nyaman untuk mendiskusikan kesalahan dan tetap bersedia berbagi pengetahuan dengan rekan kerja mereka.