digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Permasalahan keandalan auxiliary boiler 151B501 pada sistem utilitas PT Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap merupakan persoalan pengambilan keputusan strategis, bukan semata-mata persoalan teknis. Sebagai peralatan utilitas kritikal pendukung RFCC, gangguan pada boiler ini dapat memengaruhi stabilitas suplai steam, kontinuitas operasi, risiko keselamatan, dan keandalan kilang. Beberapa strategi penanganan telah tersedia, namun masing-masing memiliki trade-off dari sisi keandalan, keselamatan, implementasi, fleksibilitas operasi, biaya, dan risiko. Penelitian ini menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk mengevaluasi empat alternatif strategi berdasarkan lima kriteria utama: Operational Reliability, Safety, Operational Flexibility, Ease of Implementation, serta Cost and Risk Implications. Penilaian diperoleh dari stakeholder internal yang mewakili fungsi Engineering, Operation, Maintenance, dan Management, kemudian diolah melalui pairwise comparison, uji konsistensi, agregasi penilaian, dan perhitungan prioritas global. Hasil group AHP menunjukkan bahwa Safety dan Operational Reliability menjadi kriteria paling dominan, dengan kontribusi gabungan sekitar 68,9% dari total bobot. Comprehensive Physical Intervention muncul sebagai strategi yang paling diprioritaskan, diikuti oleh Partial Repair Strategy, Enhanced Monitoring and Decision Support, dan Operational Control and Discipline Strategy. Analisis sensitivitas terhadap perubahan bobot Safety sebesar ±10% menunjukkan ranking tetap stabil dalam skenario pengujian tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa AHP dapat menjadi kerangka pengambilan keputusan yang terstruktur, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan untuk mendukung pemilihan strategi peningkatan keandalan peralatan kritikal.