digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Tri Wahyuadi
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Keandalan rotor turbin uap menentukan keselamatan dan kontinuitas operasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), tetapi laporan assessment yang deskriptif serta berbeda dalam terminologi, jumlah stage, cakupan pemeriksaan, dan kelengkapan data menyulitkan perbandingan antarunit. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model usulan Indeks Kesehatan atau Health Index (HI) rotor turbin uap yang transparan, dapat ditelusuri, mendukung komparasi antarunit, dan sensitif terhadap temuan lokal berkonsekuensi tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kuantitatif dan komparatif berdasarkan laporan assessment PLTP Lahendong Unit 1–4 tahun 2024–2025, meliputi inspeksi visual, magnetic particle inspection, penetrant testing, ultrasonic testing, in-situ metallography, pengujian kekerasan, dan pemeriksaan dimensi sesuai ketersediaan data. Temuan dinormalisasi menjadi enam parameter degradasi, diberi tingkat keparahan 1–5, dikombinasikan dengan bobot parameter dan lokasi, serta diklasifikasikan sebagai finding, no finding, atau not available. Model menghitung HI setiap stage dan komponen badan rotor, lalu mengagregasikannya menjadi HI bagian ber-stage, HI badan rotor, dan HI rotor total pada skala 0–100, dilengkapi HI minimum dan critical finding override. Pada bobot 50:50, HI total Unit 1–4 berturut-turut sebesar 69,38; 82,85; 90,72; dan 76,75, dengan urutan kondisi Unit 3, Unit 2, Unit 4, dan Unit 1. Namun, Unit 1 dan Unit 4 berstatus akhir Kritis akibat temuan pada blade root Stage 5 dan balance weight, sedangkan Unit 2 memerlukan perbaikan indikasi linier Stage 1–3. Uji sensitivitas bobot 30:70 hingga 70:30 tidak mengubah urutan maupun status teknis. Model mendukung komunikasi kondisi dan prioritas pemeliharaan, tetapi tidak menggantikan kriteria OEM, analisis tegangan, atau evaluasi umur sisa. Validasi ahli dan uji konsistensi antarpenilai direkomendasikan sebelum penerapan lebih luas.