Keandalan rotor turbin uap menentukan keselamatan dan kontinuitas operasi
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), tetapi laporan assessment yang
deskriptif serta berbeda dalam terminologi, jumlah stage, cakupan pemeriksaan,
dan kelengkapan data menyulitkan perbandingan antarunit. Penelitian ini bertujuan
mengembangkan model usulan Indeks Kesehatan atau Health Index (HI) rotor
turbin uap yang transparan, dapat ditelusuri, mendukung komparasi antarunit, dan
sensitif terhadap temuan lokal berkonsekuensi tinggi. Penelitian menggunakan
pendekatan deskriptif-kuantitatif dan komparatif berdasarkan laporan assessment
PLTP Lahendong Unit 1–4 tahun 2024–2025, meliputi inspeksi visual, magnetic
particle inspection, penetrant testing, ultrasonic testing, in-situ metallography,
pengujian kekerasan, dan pemeriksaan dimensi sesuai ketersediaan data. Temuan
dinormalisasi menjadi enam parameter degradasi, diberi tingkat keparahan 1–5,
dikombinasikan dengan bobot parameter dan lokasi, serta diklasifikasikan sebagai
finding, no finding, atau not available. Model menghitung HI setiap stage dan
komponen badan rotor, lalu mengagregasikannya menjadi HI bagian ber-stage, HI
badan rotor, dan HI rotor total pada skala 0–100, dilengkapi HI minimum dan
critical finding override. Pada bobot 50:50, HI total Unit 1–4 berturut-turut sebesar
69,38; 82,85; 90,72; dan 76,75, dengan urutan kondisi Unit 3, Unit 2, Unit 4, dan
Unit 1. Namun, Unit 1 dan Unit 4 berstatus akhir Kritis akibat temuan pada blade
root Stage 5 dan balance weight, sedangkan Unit 2 memerlukan perbaikan indikasi
linier Stage 1–3. Uji sensitivitas bobot 30:70 hingga 70:30 tidak mengubah urutan
maupun status teknis. Model mendukung komunikasi kondisi dan prioritas
pemeliharaan, tetapi tidak menggantikan kriteria OEM, analisis tegangan, atau
evaluasi umur sisa. Validasi ahli dan uji konsistensi antarpenilai direkomendasikan
sebelum penerapan lebih luas.
Perpustakaan Digital ITB