digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Studi ini menyelidiki pengambilan keputusan strategis bagi Hukumonline, perusahaan teknologi hukum terkemuka di Indonesia, untuk berekspansi ke pasar Asia Tenggara (ASEAN) melalui platform regionalnya, NOMOS. Penelitian ini membahas tiga pertanyaan inti, Peluang bisnis apa yang ada di ASEAN untuk Hukumonline?, Negara mana yang menawarkan kondisi yang paling menguntungkan untuk masuk?, Strategi mode masuk apa yang paling tepat? Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, studi ini mengintegrasikan analisis PESTEL untuk penilaian lingkungan makro, Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk prioritas negara, Lima Kekuatan Porter untuk daya saing industri, dan analisis VRIO untuk evaluasi sumber daya internal. Bobot DEMATEL mengidentifikasi kesiapan teknologi dan kepastian hukum sebagai faktor keberhasilan penting, sementara adaptasi sosial budaya muncul sebagai pendorong utama. Hasil AHP menempatkan Singapura sebagai pasar prioritas utama, diikuti oleh Malaysia dan Thailand. Temuan ini merekomendasikan strategi entri hibrida bertahap: penyebaran SaaS lintas batas awal, aliansi strategis jangka menengah dengan firma hukum lokal, dan pembentukan hub regional jangka panjang di Singapura. Penelitian ini menyumbangkan kerangka pengambilan keputusan terstruktur untuk internasionalisasi teknologi hukum dan menawarkan panduan praktis untuk memanfaatkan aset tidak berwujud di pasar yang heterogen.