digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Industri buku anak di Indonesia mengalami penurunan selama era pandemi. Valuasi industri anjlok dari Rp16 triliun menjadi hanya Rp1,3 triliun, memaksa hampir 95% penerbit menjadi tidak aktif (dari 1.870 menjadi 107 penerbit) pada tahun 2022. Namun, di tengah kontraksi historis ini, Sakeena (sebuah bisnis keluarga yang berakar pada spiritualitas Islam) justru menantang kemustahilan dengan pertumbuhan yang mengejutkan hingga 600%. Sayangnya, kesuksesan ini menyimpan kerapuhan yang paradoksal. Pertumbuhan tersebut bertumpu hampir sepenuhnya pada kelelahan, intuisi, dan karisma personal para pendirinya, menciptakan "kekosongan tata kelola" yang berbahaya. Saat ini, organisasi tidak memiliki kerangka struktural yang memadai untuk bertahan tanpa kehadiran mereka. Penelitian ini memecahkan sebuah teka-teki krusial: Bagaimana cara menginstitusionalisasikan Barakah (sebuah konsep spiritual Islam yang tak kasat mata) menjadi sistem operasional yang kaku demi menjamin keberlanjutan? Menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif yang dikombinasikan dengan action research, proyek ini mendiagnosis gejala "ketergantungan pada pendiri" di Sakeena dan merancang solusi untuk memutusnya. Penelitian ini memberikan tiga kontribusi utama yang selaras dengan tujuannya. Pertama, untuk menjamin keberlanjutan nilai selama suksesi, penelitian ini merumuskan Konsep Suksesi Terintegrasi Nilai (Value-Integrated Succession Concept), yang memperkenalkan Barakah Integrated Ownership System (BIOS) dan Model Tata Kelola Empat Ruang yang disesuaikan untuk memperjelas hak kepengurusan (stewardship). Kedua, untuk mengatasi kesenjangan kualitas pengambilan keputusan, penelitian ini menetapkan Sistem Pengambilan Keputusan Selaras Nilai (Value-Aligned Decision-Making System) yang menyediakan kerangka struktural untuk mengubah kognisi kepemimpinan dari reaktif menjadi integratif. Ketiga, penelitian ini mensintesiskan elemen-elemen tersebut menjadi Barakah-Based Business Framework, sebuah model baru nan holistik yang mengoperasionalisasikan nilai-nilai spiritual ke dalam fungsi bisnis yang nyata serta metrik yang terukur. Secara akademis, penelitian ini mengisi kesenjangan kritis dalam literatur dengan mengintegrasikan spiritualitas, suksesi, dan pengambilan keputusan ke dalam satu model yang kohesif bagi perusahaan berbasis nilai. Secara praktis, penelitian ini menawarkan peta jalan yang dapat diterapkan bagi Sakeena dan bisnis keluarga serupa untuk mengamankan keberlanjutan sembari menjaga identitas spiritual dan etis mereka. Secara sosial, penelitian ini menunjukkan bagaimana bisnis dapat mewujudkan semangat rahmatan lil ‘aalamin, menyeimbangkan profitabilitas, keberlanjutan, dan Barakah sebagai model universal untuk pertumbuhan yang etis dan berdampak. Pada akhirnya, tesis ini membuktikan bahwa bagi Perusahaan, keberlanjutan bukan sekadar soal keuntungan, melainkan tentang membangun sebuah bahtera yang mampu membawa nilai-nilainya secara mandiri, terlepas dari siapa nakhodanya.