digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - Ifah Dea Hapsyari
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Inverter tipe-T tiga fasa yang terhubung jaringan memerlukan kendali arus dengan akurasi tracking tinggi, kualitas arus yang baik, dan penyakelaran yang efisien. Penelitian ini mengembangkan kendali prediktif arus berbasis Hybrid Automaton dengan mekanisme tambahan yang terdiri atas switching constraint, state threshold, dan switching cost. Pemodelan dan simulasi dilakukan menggunakan MATLAB/Simulink dengan membandingkan konfigurasi awal (FCS-MPC berbasis Hybrid Automaton konvensional) dan kondisi dengan additional switching mechanism, serta model prediksi L dan RL pada berbagai nilai resistansi filter. Pengujian juga dilakukan terhadap perubahan tegangan sumber dan amplitudo arus referensi. Evaluasi menggunakan RMSE, THD, frekuensi penyakelaran, Mean Error, dan MAE. Hasil menunjukkan bahwa state threshold optimum sebesar 5% dari arus referensi dan weighting factor (?) sebesar 0.001013 memberikan kompromi terbaik antara akurasi tracking dan frekuensi penyakelaran. Penggunaan additional switching mechanism menurunkan frekuensi penyakelaran sebesar 24.18% serta menghasilkan distribusi penyakelaran yang lebih seragam. Model RL memberikan akurasi tracking lebih baik pada resistansi parasitik di atas 1 ?, sedangkan model L dan RL menunjukkan performa sebanding pada resistansi rendah. Pengendali juga mampu mempertahankan tracking saat tegangan sumber turun hingga 20% dan merespons perubahan arus referensi sebesar 5 A dalam waktu kurang dari 0.001 s. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode yang diusulkan mampu meningkatkan fleksibilitas pengendalian dengan tetap mempertahankan kualitas arus dan efisiensi penyakelaran.