Transportasi publik perkotaan merupakan isu strategis yang tidak hanya dipengaruhi
oleh aspek teknis, tetapi juga oleh tata kelola yang melibatkan berbagai tingkat
pemerintahan dan aktor non-pemerintah. Meskipun teori Multi-Level Governance
(MLG) telah banyak digunakan untuk menjelaskan hubungan antar pemerintah dalam
proses kebijakan, kajian mengenai bagaimana praktek MLG mempengaruhi
efektivitas policy-making transportasi publik masih terbatas. Penelitian ini bertujuan
untuk mengelaborasi struktur tata kelola beserta hubungannya dengan efektivitas
policy-making transportasi publik perkotaan melalui perspektif MLG, sebagai dasar
dalam merefleksikan dan mengembangkan pemahaman teoretis mengenai praktek
MLG pada konteks transportasi publik perkotaan.
Penelitian ini menggunakan paradigma pragmatism dengan strategi embedded-singlecase study dengan mengambil kasus tata kelola transportasi publik di KPY dengan dua
unit analisis, yaitu tata kelola Trans Jogja dan Buy the Service (BTS) Teman Bus. Data
dikumpulkan melalui analisis dokumen kebijakan dan wawancara semi-terstruktur
dengan para aktor yang terlibat dalam proses policy-making. Data kemudian dianalisis
secara kualitatif menggunakan kerangka MLG.
Hasil penelitian menunuukkan bahwa kedua sistem transportasi tersebut
merepresentasikan konfigurasi MLG yang berbeda sebagai konsekuensi dari
perbedaan desain kebijakan dan distribusi kewenangan. Efektivitas policy-making
tidak hanya dipengaruhi oleh koordinasi lintas level pemerintah, tetapi juga oleh
kapasitas kelembagaan, mekanisme koordinasi, akuntabilitas, dan keberadaaan
mekanisme kontrol secara independen dalam proses kebijakan. Berdasarkan temuan
tersebut, penelitian ini mengembangkan konseptualisasi MLG Hibrid yang
mengintegrasikan karakteristik hierarkis dan kolaboratif mnelalui penguatan peran
aktor, mekanisme integrasi kelembagaan, mekanisme koreksi hierarkis, serta peran
aktor non-pemerintah sebagai middle agent untuk memperkuat mekanisme kontrol
secara independen dan mendukung efektivitas policy-making.
Perpustakaan Digital ITB