Pertumbuhan industri kertas dan paperboard di Indonesia terus meningkatkan permintaan terhadap
serbuk kayu sebagai bahan aditif dalam proses produksi paperboard. PT XYZ saat ini membutuhkan
sekitar 150–200 ton wood powder setiap bulan, namun sebagian besar pasokannya masih berasal dari
pemasok di Jawa Timur, sehingga menyebabkan biaya transportasi yang lebih tinggi, waktu
pengiriman yang lebih lama, serta risiko keterlambatan pasokan yang lebih besar. Untuk mengatasi
tantangan tersebut, ABC berencana mendirikan usaha manufaktur serbuk kayu di Purwakarta, Jawa
Barat, guna menyediakan pasokan lokal yang lebih andal bagi PT XYZ melalui kerja sama businessto-business (B2B). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan finansial usaha yang
diusulkan menggunakan proyeksi keuangan selama 10 tahun, teknik capital budgeting, serta analisis
risiko melalui Sensitivity Analysis dan Monte Carlo Simulation. Dengan kebutuhan investasi awal
sebesar Rp644.187.369, usaha yang diusulkan menghasilkan Net Present Value (NPV) positif
sebesar Rp291.843.774, Internal Rate of Return (IRR) sebesar 21,57%, yang lebih tinggi daripada
Weighted Average Cost of Capital (WACC) sebesar 12,33%, serta Discounted Payback Period
(DPP) selama 6,69 tahun, sehingga memenuhi seluruh kriteria keputusan investasi. Sensitivity
Analysis mengidentifikasi variabel-variabel yang paling memengaruhi nilai proyek, yang selanjutnya
digunakan sebagai input dalam Monte Carlo Simulation dengan 10.000 iterasi. Hasil simulasi
menunjukkan bahwa proyek memiliki probabilitas sebesar 85,63% untuk menghasilkan NPV positif
meskipun terdapat ketidakpastian pada berbagai asumsi keuangan dan operasional. Secara
keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa pendirian ABC sebagai pemasok lokal serbuk
kayu bagi PT XYZ layak untuk dijalankan secara finansial. Namun, variabel-variabel kritis yang
telah diidentifikasi perlu dipantau dan dikelola secara berkelanjutan untuk menjaga kelayakan
finansial usaha dalam jangka panjang.
Kata Kunci: Industri pulp dan kertas, serbuk kayu, kelayakan finansial, analisis penganggaran
modal, risiko dalam penganggaran modal.
Perpustakaan Digital ITB