2026 Rio Devinda Abstrak
Terbatas Dwi Ary Fuziastuti
» ITB
Terbatas Dwi Ary Fuziastuti
» ITB
Ketersediaan teknologi Generative AI (GenAI) menciptakan krisis validitas asesmen konvensional karena kemampuan GenAI memberikan jawaban dan mereplikasi langkah prosedural baku yang akurat sekaligus segera. Penelitian ini membandingkan keefektifan asesmen konvensional dengan salah satu model asesmen Resilen-AI yakni berlapis penjelasan dengan pendekatan "Show Work, Talk Process" dalam memetakan kelancaran prosedur siswa (salah satu untaian dari kecakapan matematika) dalam topik sifat eksponen. Kelancaran prosedur diukur melalui tiga indikator utama: akurasi, efisiensi, dan fleksibilitas. Penelitian untuk pengujian ini menggunakan pendekatan metode campuran dengan desain eksplanatoris sekuensial. Penelitian dilakukan dengan responden 70 siswa kelas 10 dan 11 di sebuah SMA Islam di Jawa Barat yang diberikan dua jenis perlakuan asesmen: konvensional tertulis dan model berlapis penjelasan (tulisan dan pesan suara). Data kuantitatif dianalisis menggunakan Paired T-Test dua arah untuk menguji perbedaan rata-rata skor pada subjek yang sama. Selanjutnya, dilakukan analisis deskriptif kualitatif melalui pendekatan studi kasus terhadap sampel hasil kerja siswa yang dipilih secara purposif karena menunjukkan pola pemikiran yang mencolok atau anomali. Hasil kajian kuantitatif menunjukkan adanya kesenjangan diagnostik yang signifikan (p ? 1,85 × 10??) antara kedua asesmen. Artinya, asesmen berlapis penjelasan ini mampu menggali profil kecakapan sesungguhnya dan kemandirian berpikir siswa yang sering terabaikan oleh asesmen konvensional. Asesmen alternatif ini sekaligus membantu mengatasi penyalahgunaan alat bantu kognitif GenAI dalam asesmen. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan model asesmen yang adaptif dan mempertahankan kecakapan matematika serta integritas di tengah maraknya penggunaan teknologi AI di pendidikan.
Perpustakaan Digital ITB