Cekungan Sumatra Selatan merupakan salah satu wilayah penghasil hidrokarbon utama di Indonesia, dengan Formasi Talang Akar yang dikenal memiliki potensi minyak dan gas tinggi melalui keberadaan batupasir kuarsa bersebaran luas dan berpermeabilitas rendah yang cocok untuk perekahan hidrolik. Lapangan G masih memiliki potensi pengembangan, namun belum pernah dilakukan pemodelan geomekanika satu dimensi (1D) untuk memahami kondisi tegasan in situ. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membangun model geomekanika 1D pada Sumur G-90 dan G-98 serta menentukan interval reservoir paling prospektif untuk perekahan hidrolik menggunakan integrasi parameter geomekanika dan Fracability index.
Metode penelitian meliputi pengolahan data log sumur, Leak-Off Test (LOT), laporan pengeboran, image log, dan uji laboratorium. Tekanan pori dihitung menggunakan metode Eaton, tegasan vertikal dari integrasi densitas, dan tegasan horizontal minimum menggunakan persamaan Daines yang dikalibrasi LOT. Arah tegasan horizontal maksimum ditentukan melalui interpretasi wellbore breakout dan drilling-induced tensile fracture. Parameter Uniaxial Compressive Strenght, Tensile Strength, Brittleness Index, dan Fracability index dihitung sebagai dasar penilaian kelayakan rekahan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lapangan G berada pada rezim tegasan geser (SHmax > Sv > Shmin) dengan arah SHmax sekitar 47° terhadap utara, konsisten dengan pola tektonik regional dan didukung atribut seismik variance. Integrasi parameter geomekanika dan Fracability index mengidentifikasi interval prospektif untuk perekahan hidrolik, yaitu K1, K2, L1, L3, O, P1, dan Q1 pada Sumur G-90 serta E1, E2, J2, dan L2 pada Sumur G-98. Penelitian ini membuktikan bahwa rezim tegasan dikontrol tegasan geser dan kedua sumur memiliki lapisan yang layak untuk perekahan hidrolik.
Perpustakaan Digital ITB