DKI Jakarta sebagai kota metropolitan memiliki tingkat pencemaran udara tinggi, dengan pencemar paling utama adalah partikulat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui konsentrasi partikulat, khususnya PM10, yaitu partikulat yang memiliki diameter aerodinamik lebih kecil dari 10 mikron dalam udara ambien DKI Jakarta, serta kandungan black carbon dan ion di dalamnya. Black carbon merupakan hasil dari proses pembakaran tidak sempurna dari semua jenis bahan yang mengandung karbon. Ion yang dianalisis meliputi anion (sulfat (SO42-), nitrat (NO3-), dan klorida (Cl-)) dan kation (ammonium (NH4+), natrium (Na+), kalsium (Ca2+), magnesium (Mg2+)). Penelitian dilakukan di dua lokasi dengan karakteristik berbeda; yaitu Bundaran HI (daerah padat lalu lintas) dan Kelapa Gading (daerah komersial) pada musim kemarau (bulan Juni-Juli 2012). Pengambilan sampel berlangsung selama 24 jam x 7 hari untuk masing-masing lokasi menggunakan alat Minivol dan filter mixed
cellulose acetate. Hasil analisis menunjukkan konsentrasi PM10 rata-rata di Bundaran HI sebesar 104,803 μg/m3 dan Kelapa Gading 90,782 μg/m3. Kedua hasil tersebut berada di bawah baku mutu PM10 berdasarkan PP No. 41 Tahun 1999, yaitu 150 μg/m3. Konsentrasi black carbon menunjukkan nilai rata-rata sebesar 8,191 μg/m3 untuk daerah Bundaran HI dan 7,801 μg/m3 untuk daerah Kelapa Gading. Sementara itu, rata-rata konsentrasi anion pada sampel di Kelapa Gading sebesar 35,841 μg/m3 dan kation sebesar 15,859 μg/m3, sedangkan di Kelapa Gading, rata-rata konsentrasi
anion sebesar 31,791 μg/m3 dan rata-rata konsentrasi kation 16,789 μg/m3. Komposisi rata-rata PM10 di Bundaran HI terdiri dari 8,032% black carbon; 28,693%
anion; 15,132% kation, dan 48,551% komponen lainnya, sedangkan komposisi ratarata PM10 di Kelapa Gading terdiri dari 8,576% black carbon; 32,267% anion;
16,935% kation, dan 39,479% komponen lainnya.
Perpustakaan Digital ITB