MIRNAWATI DEWINDA RUMALEAN ANSANAI
EMBARGO  2029-09-02 
EMBARGO  2029-09-02 
MIRNAWATI DEWINDA RUMALEAN ANSANAI
EMBARGO  2029-09-02 
EMBARGO  2029-09-02 
MIRNAWATI DEWINDA RUMALEAN ANSANAI
EMBARGO  2029-09-02 
EMBARGO  2029-09-02 
MIRNAWATI DEWINDA RUMALEAN ANSANAI
EMBARGO  2029-09-02 
EMBARGO  2029-09-02 
MIRNAWATI DEWINDA RUMALEAN ANSANAI
EMBARGO  2029-09-02 
EMBARGO  2029-09-02 
MIRNAWATI DEWINDA RUMALEAN ANSANAI
EMBARGO  2029-09-02 
EMBARGO  2029-09-02 
Ekstrak rumput laut berpotensi digunakan sebagai biostimulan tanaman karena mengandung komponen terlarut, seperti senyawa pengatur tumbuh-ekuivalen serta unsur makro dan mikro, yang dapat memengaruhi respons fisiologis tanaman pada konsentrasi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengarakterisasi ekstrak kasar Ulva lactuca (EU), Sargassum sp. (ES), dan Gracilaria sp. (EG), mengevaluasi pembentukan beads kitosan-ekstrak makroalga, serta menguji pengaruh aplikasi foliar ekstrak terhadap pertumbuhan Solanum lycopersicum pada 30 HSP. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode air panas tanpa pemurnian lanjutan, sehingga rendemen yang diperoleh merupakan rendemen ekstrak kasar. Karakterisasi meliputi rendemen, nilai fitohormon-ekuivalen, unsur makro dan mikro, FTIR, SEM, efisiensi enkapsulasi, derajat pembengkakan, dan pelepasan apparent GA?- ekuivalen. Hasil optimasi menunjukkan bahwa rendemen ekstrak kasar tertinggi diperoleh pada EG sebesar 35,51%, diikuti EU sebesar 28,55% dan ES sebesar 19,68%. Analisis fitohormon-ekuivalen menunjukkan bahwa EG memiliki nilai tertinggi, yaitu IAA-ekuivalen 0,55 mg L?¹, GA?-ekuivalen 4,64 mg L?¹, kinetin- ekuivalen 5,44 mg L?¹, dan trans-zeatin-ekuivalen 5,78 mg L?¹. Kandungan N, P?O?, dan K?O relatif rendah, yaitu N 0,09–0,13%, P?O? 0,00–0,01%, dan K?O 0,03– 0,14%, sehingga ekstrak lebih tepat dikaji sebagai kandidat biostimulan daripada pupuk hara makro. Pada uji hayati, EG15 menghasilkan tinggi tanaman, bobot segar, dan bobot kering tertinggi, masing-masing 13,087 ± 0,540 cm, 0,3535 ± 0,0649 g, dan 0,0559 ± 0,0024 g, sedangkan EG10 menghasilkan panjang akar dan luas daun tertinggi, masing-masing 7,8097 ± 0,8633 cm dan 1,857 ± 0,146 cm². Penurunan beberapa parameter pada EG20 menunjukkan bahwa respons pertumbuhan tidak selalu linear terhadap peningkatan konsentrasi. Beads kitosan- ekstrak makroalga berhasil dibentuk melalui gelasi ionik menggunakan natrium tripolifosfat. Efisiensi enkapsulasi GA?-ekuivalen tertinggi diperoleh pada beads Sargassum sp. (BS) sebesar 89,4%, diikuti beads Ulva lactuca (BU) sebesar 70,7%, sedangkan beads Gracilaria sp. (BG) sebesar 26,3%. BG menunjukkan pembengkakan awal lebih cepat dan pelepasan apparent GA?-ekuivalen lebih tinggi dibandingkan formulasi lainnya. Secara keseluruhan, ekstrak kasar rumput laut memiliki potensi biostimulan yang dipengaruhi oleh jenis rumput laut dan konsentrasi aplikasi, dengan EG sebagai ekstrak cair paling potensial pada konsentrasi menengah. Sistem beads kitosan-TPP menunjukkan potensi awal sebagai matriks pembawa ekstrak, tetapi efektivitas biologis beads masih perlu diuji lebih lanjut pada tanaman.
Perpustakaan Digital ITB