Luka kronis merupakan kerusakan pada kulit yang mengalami kegagalan penyembuhan akibat terganggunya proses perbaikan jaringan sehingga struktur dan fungsi kulit tidak dapat pulih secara sempurna. Mengingat kompleksitas proses penyembuhannya, berbagai strategi perawatan luka kronis terus dikembangkan untuk menciptakan lingkungan yang optimal bagi regenerasi jaringan. Hidrogel berbahan dasar serisin ulat sutera (Bombyx mori) dan polivinil alkohol (hidrogel SS/PVA) telah dilaporkan memiliki potensi sebagai biomaterial balutan luka. Di sisi lain, platelet lysate (PL) mengandung berbagai faktor pertumbuhan yang berperan dalam regenerasi jaringan namun aplikasinya secara langsung kurang efektif sehingga membutuhkan matriks pembawa yang mampu memfasilitasi pelepasannya secara terkontrol. Oleh karena itu, kombinasi hidrogel SS/PVA yang diperkaya PL diharapkan dapat meningkatkan efektivitas biomaterial dalam mendukung penyembuhan luka kronis. Penelitian ini bertujuan menentukan formulasi optimum hidrogel SS/PVA untuk memuat PL berdasarkan karakteristik fisiknya, kemudian mengevaluasi efektivitasnya sebagai kandidat biomaterial balutan luka kronis melalui pengujian biodegradabilitas, pelepasan protein pada lingkungan luka kronis, aktivitas antimikroba, dan biokompatibilitas. Hidrogel serisin-PVA dibuat melalui metode freeze-thawing empat siklus dengan variasi konsentrasi serisin dan PVA 4%, 6%, dan 8% (w/v) serta rasio volume serisin 1:3, 2:2, dan 3:1. Pengujian dilakukan dengan karakterisasi fisik menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM), FTIR-ATR, water content assay, swelling assay, dan biodegradability assay, evaluasi profil pelepasan protein pada lingkungan luka kronis, aktivitas antimikroba, serta uji biokompatibilitas menggunakan Chorioallantoic Membrane (CAM) assay. Formulasi serisin dan PVA 4% dengan rasio 2:2 (4S2P2) menunjukkan karakteristik paling baik dengan area porositas 61,915±6,38%, rata-rata diameter pori 44,99±8,63 ?m berbeda signifikan dengan formulasi lain (p<0.05), kemampuan swelling sebesar 28,50 ± 4,06%, kandungan air 95,16 ± 0,17%, serta biodegradabilitas 42,41 ± 6,17% dalam 24 jam. Penambahan PL sebesar 5% dan 10% (v/v) menghasilkan pelepasan protein yang dapat dipertahankan hingga 72 jam pengamatan pada kondisi luka kronis (pH 8,3). Aktivitas antimikroba hidrogel terhadap Candida albicans, Pseudomonas aeruginosa, Escherichia coli, dan Staphylococcus aureus tergolong lemah serta tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antar konsentrasi PL. Evaluasi biokompatibilitas menggunakan CAM assay menunjukkan seluruh hidrogel tidak bersifat toksik dan mampu terintegrasi dengan jaringan CAM meskipun tidak ditemukan infiltrasi pembuluh darah ke dalam hidrogel hingga hari ke-3 pasca implantasi. hidrogel yang diperkaya PL 10% (SS/PVA+PL10%) menunjukkan densitas vaskular yang lebih luas dibandingkan hidrogel yang diperkaya PL 5% (SS/PVA+PL5%), mengindikasikan kemampuan PL dalam mendukung angiogenesis lokal. Penelitian ini menjadi studi awal yang menunjukkan bahwa hidrogel serisin-PVA yang diperkaya PL berpotensi mendukung penyembuhan luka kronik dengan sifat mekanis dan
biokompatibilitasnya yang baik. Namun demikian, masih diperlukan penelitian lebih lanjut pada hewan model (in vivo) untuk menentukan kelayakan hidrogel SS/PVA+PL sebagai balutan luka kronis.
Perpustakaan Digital ITB