digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

International Roughness Index (IRI) merupakan salah satu indikator utama untuk menilai kinerja fungsional perkerasan dan menentukan kebutuhan preservasi jalan. Model prediksi ketidakrataan dalam Mechanistic-Empirical Pavement Design Guide (MEPDG) 2015 dikembangkan berdasarkan kondisi perkerasan di Amerika Utara, sehingga penerapannya di Indonesia memerlukan kalibrasi lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis prediksi IRI menggunakan MEPDG 2015 serta memperoleh dan memvalidasi koefisien kalibrasi lokal pada Ruas Jalan Nasional Puncak–Bts. Kota Cianjur. Data penelitian berupa data sekunder yang diperoleh dari BBPJN DKI Jakarta– Jawa Barat, meliputi IRI tahun 2020–2025, FWD, struktur perkerasan, lalu lintas, dan riwayat penanganan. Tahun 2020, 2023, dan 2024 digunakan sebagai tahun dasar, dengan nilai IRI hasil survei pada setiap tahun dasar sebagai kondisi awal perkerasan eksisting. Modulus elastisitas diperoleh melalui proses backcalculation menggunakan ELMOD 6, sedangkan respons struktural perkerasan dianalisis menggunakan KENPAVE. Unit analisis berupa pasangan data pada interval STA 100 m. Data arah Opposite digunakan untuk kalibrasi, sedangkan data arah Normal digunakan untuk validasi independen. Kalibrasi dilakukan menggunakan metode Generalized Reduced Gradient pada Microsoft Excel Solver dengan mengoptimasi koefisien ????1, ????2, dan ????4secara simultan untuk meminimalkan Sum of Squared Errors (SSE) dan mengarahkan Bias mendekati nol. Koefisien ????3dipertahankan sebesar 0,008 karena transverse cracking ditetapkan sebesar nol. Kinerja model dievaluasi menggunakan Bias, SSE, MAPE, R2 45?. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model global menghasilkan nilai IRI prediksi yang cenderung lebih rendah dibandingkan nilai IRI observasi. Kalibrasi lokal meningkat sekitar 18.73% dibandingkan koefisien global, dengan sehingga kalibrasi lokal C1=47.49, C2=0.475, C3=0.008, dan C4=0.018. Pada dataset kalibrasi, Bias membaik dari ?0.72 menjadi mendekati 0.00 m/km, SSE menurun dari 364.02 menjadi 171.00, dan MAPE menurun dari 14.52% menjadi 11.77%. Nilai R2 45?. meningkat dari 0.03 menjadi 0.54, sedangkan nilai R2 regresi relatif tetap. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kalibrasi terutama memperbaiki kedekatan hasil prediksi terhadap garis kesetaraan tanpa banyak mengubah pola relatif antardata. Pada dataset validasi independen, Bias membaik dari ?0.64 menjadi 0.09 m/km, SSE menurun dari 325.48 menjadi 184.45, dan R2 45? meningkat dari 0.27 menjadi 0.59. Berdasarkan evaluasi menurut periode prediksi, model lokal dinilai masih representatif untuk digunakan hingga tiga tahun setelah tahun dasar. Dengan demikian, kalibrasi lokal meningkatkan akurasi dan kesesuaian model IRI MEPDG 2015 terhadap kondisi Ruas Jalan Nasional Puncak– Bts. Kota Cianjur. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai pendekatan untuk prediksi IRI dalam mendukung perencanaan pemrograman preservasi jalan.