International Roughness Index (IRI) merupakan salah satu indikator utama untuk
menilai kinerja fungsional perkerasan dan menentukan kebutuhan preservasi jalan.
Model prediksi ketidakrataan dalam Mechanistic-Empirical Pavement Design
Guide (MEPDG) 2015 dikembangkan berdasarkan kondisi perkerasan di Amerika
Utara, sehingga penerapannya di Indonesia memerlukan kalibrasi lokal. Penelitian
ini bertujuan menganalisis prediksi IRI menggunakan MEPDG 2015 serta
memperoleh dan memvalidasi koefisien kalibrasi lokal pada Ruas Jalan Nasional
Puncak–Bts. Kota Cianjur.
Data penelitian berupa data sekunder yang diperoleh dari BBPJN DKI Jakarta–
Jawa Barat, meliputi IRI tahun 2020–2025, FWD, struktur perkerasan, lalu lintas,
dan riwayat penanganan. Tahun 2020, 2023, dan 2024 digunakan sebagai tahun
dasar, dengan nilai IRI hasil survei pada setiap tahun dasar sebagai kondisi awal
perkerasan eksisting. Modulus elastisitas diperoleh melalui proses backcalculation
menggunakan ELMOD 6, sedangkan respons struktural perkerasan dianalisis
menggunakan KENPAVE. Unit analisis berupa pasangan data pada interval STA
100 m. Data arah Opposite digunakan untuk kalibrasi, sedangkan data arah Normal
digunakan untuk validasi independen. Kalibrasi dilakukan menggunakan metode
Generalized Reduced Gradient pada Microsoft Excel Solver dengan mengoptimasi
koefisien ????1, ????2, dan ????4secara simultan untuk meminimalkan Sum of Squared
Errors (SSE) dan mengarahkan Bias mendekati nol. Koefisien ????3dipertahankan
sebesar 0,008 karena transverse cracking ditetapkan sebesar nol. Kinerja model
dievaluasi menggunakan Bias, SSE, MAPE, R2
45?.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model global menghasilkan nilai IRI prediksi
yang cenderung lebih rendah dibandingkan nilai IRI observasi. Kalibrasi lokal
meningkat sekitar 18.73% dibandingkan koefisien global, dengan sehingga
kalibrasi lokal C1=47.49, C2=0.475, C3=0.008, dan C4=0.018. Pada dataset
kalibrasi, Bias membaik dari ?0.72 menjadi mendekati 0.00 m/km, SSE menurun
dari 364.02 menjadi 171.00, dan MAPE menurun dari 14.52% menjadi 11.77%.
Nilai R2
45?. meningkat dari 0.03 menjadi 0.54, sedangkan nilai R2 regresi relatif
tetap. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kalibrasi terutama memperbaiki
kedekatan hasil prediksi terhadap garis kesetaraan tanpa banyak mengubah pola
relatif antardata. Pada dataset validasi independen, Bias membaik dari ?0.64
menjadi 0.09 m/km, SSE menurun dari 325.48 menjadi 184.45, dan R2
45? meningkat dari 0.27 menjadi 0.59. Berdasarkan evaluasi menurut periode prediksi,
model lokal dinilai masih representatif untuk digunakan hingga tiga tahun setelah
tahun dasar. Dengan demikian, kalibrasi lokal meningkatkan akurasi dan
kesesuaian model IRI MEPDG 2015 terhadap kondisi Ruas Jalan Nasional Puncak–
Bts. Kota Cianjur. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai pendekatan untuk
prediksi IRI dalam mendukung perencanaan pemrograman preservasi jalan.
Perpustakaan Digital ITB