Kota Cirebon sebagai pusat ekonomi dan jasa di wilayah Jawa Barat bagian timur
menghadapi peningkatan timbulan sampah spesifik B3 (SSB3) dan sampah yang
mengandung Limbah B3 (SSLB3) akibat pertumbuhan penduduk dan konsumsi
rumah tangga. Penelitian ini bertujuan menentukan timbulan, proyeksi, komposisi
dan karakteristik, serta mengevaluasi pengelolaan SSB3 dan SSLB3. Metode yang
digunakan meliputi penyebaran kuesioner kepada 100 responden (rumus Slovin,
tingkat kepercayaan 90%), pengukuran timbulan sampah pada 40 rumah tangga
terpilih, observasi lapangan, dan wawancara. Hasil menunjukkan rata-rata
timbulan SSB3 dan SSLB3 sebesar 0,0434 kg/orang/hari, dengan timbulan
sampah infeksius rumah tangga sebesar 0,0085 kg/orang/hari yang didominasi
pembalut bekas dan masker. Proyeksi timbulan meningkat dari 14.620 kg/hari
(2021) menjadi 17.935 kg/hari (2030), seiring proyeksi penduduk mencapai
413.240 jiwa. Komposisi sampah kemasan/sisa B3 didominasi obat nyamuk pada
aktivitas kamar (35,09%) dan sampah elektronik didominasi kulkas (57,26%).
Karakteristik sampah didominasi oleh sifat beracun, infeksius, mudah menyala,
korosif, reaktif, dan mudah meledak, dengan baterai, lampu CFL, obat
kadaluwarsa, dan elektronik besar tergolong risiko tinggi. Pengelolaan
menunjukkan kondisi yang belum optimal: 96,7% masyarakat belum memilah
sampah B3 dan belum tersedianya TPS khusus B3. Untuk pengembangan
pengelolaan SSB3 dan SSLB3 diperlukan peningkatan regulasi teknis, edukasi
masyarakat, dan pengembangan fasilitas sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 27
Tahun 2020.
Kata kunci: Kota Cirebon,
Perpustakaan Digital ITB