digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Gerhana matahari total merupakan fenomena astronomi ketika Bulan berada diantara Matahari dan Bumi, serta umbra bulan jatuh ke permukaan bumi. Pada saat periode tersebut, total radiasi matahari mencapai bumi tertutup sepenuhnya. Radiasi matahari merupakan salah satu radiasi sinar kosmik dari alam. Tugas akhir ini bertujuan untuk menganalisis efek dari gerhana matahari terhadap parameter atmosfer dan radiasi sinar kosmik. Intensitas radiasi kosmik dan parameter atmosfer diukur selama gerhana matahari total pada tanggal 9 maret 2016 di Balikpapan, Indonesia. Data laju cacahan dan cacahan radiasi diambil dengan detektor sintilasi kristal NaI (Tl) bervolume kecil, data paparan radiasi, dan laju paparan diambil dengan dua survey meter GM Tube, serta data parameter atmosfer yang diambil adalah tekanan, temperatur dan kelembaban. Pengambilan data diambil selama dua hari sebelum sampai dua hari setelah gerhana matahari total. Hipotesis dari eksperimen yang dilakukan yaitu adanya penurunan laju paparan, paparan, cacahan, dan laju cacahan pada saat gerhana matahari dimana penurunanya dimulai dari awal ambang gerhana matahari sampai akhir gerhana matahari, serta akan terjadi pemulihan semua variabel tersebut pada jam berikutnya setelah gerhana matahari selesai. Selain itu, dapat terjadi penurunan temperatur dan tekanan, serta kenaikan kelembaban pada saat gerhana matahari. Pengolahan data yang dilakukan yaitu dengan uji statistik Anova dan Uji Kruskall Wallis untuk mengetahui tanggal uji yang memiliki perbedaan yang signifikan. Hasil yang didapat diantaranya adalah terjadi penurunan temperatur dengan laju penurunan 0.1ºC/menit, kenaikan kelembaban dengan laju 1%/menit dan tidak teramatinya radiasi gamma semala gerhana matahari berlangsung.