Metode Takt Planning dan Takt Control (TPTC) rentan terhadap penundaan
berantai akibat keterlambatan satu wagon, sehingga penelitian ini bertujuan
mengevaluasi kelemahan mekanisme penyesuaian eksisting dan menganalisis
dampak usulan perbaikannya pada Proyek X. Melalui studi kasus dan simulasi
jadwal, praktik eksisting dievaluasi dan dipetakan ke dalam kerangka 31
mekanisme penyesuaian teoritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap
perencanaan eksisting memiliki kelemahan terkait ketiadaan kuantifikasi volume
dan ketimpangan beban kerja, sementara tahap pengendalian yang murni
mengandalkan Train Stoppage terbukti tidak efektif mengatasi deviasi berulang.
Sebagai solusi, penelitian ini mengusulkan penambahan mekanisme Shunting Yard,
Empty Wagon, dan Inserting Fixed Buffer untuk meredistribusi beban kerja dan
menyerap deviasi pada perencanaan, serta Work Package Shift dan Wagon
Overlapping pada pengendalian guna mengisolasi keterlambatan dan memulihkan
ritme aliran produksi secara optimal.
Perpustakaan Digital ITB