digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak_Rohayati
PUBLIC Open In Flipbook yana mulyana

Penyakit kardiovaskular (PKV) merupakan penyebab kematian tertinggi secara global, termasuk di Indonesia. Upaya deteksi risiko sejak fase pra-klinis menjadi kebutuhan mendesak karena biomarker konvensional seperti troponin I hanya memberikan informasi pada tahap nekrosis miokard dan tidak mampu mengidentifikasi risiko sebelum kejadian akut. Interleukin-18 (IL-18), sitokin proinflamasi yang dihasilkan melalui jalur aktivasi NLRP3 inflammasome, terlibat aktif dalam proses ateroinflamasi dan destabilisasi plak aterosklerotik, sehingga berpotensi menjadi penanda biologis yang menghubungkan fase inflamasi subklinis dengan progresi menuju sindrom koroner akut (SKA). Penelitian ini bertujuan: menilai peran IL-18 sebagai biomarker prediktif pada subjek berisiko kardiovaskular dan pasien SKA, membandingkan profil diskriminatifnya terhadap hs-CRP dan troponin I, dan mengembangkan serta memverifikasi prototipe kit diagnostik cepat berbasis Lateral Flow Assay (LFA) untuk deteksi IL-18 sesuai prinsip Point-of-Care Testing (POCT). Studi menggunakan rancangan potong-lintang deskriptif-analitik pada 68 subjek yang dikelompokkan menjadi tiga kategori: normal, minimal satu faktor risiko kardiovaskular, dan terdiagnosis SKA. Parameter klinis meliputi tekanan darah, indeks massa tubuh, profil lipid, dan kadar glukosa sewaktu. Parameter biomarker hs-CRP, troponin I, dan IL-18 yang diukur menggunakan metode enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA). Pengembangan LFA mengikuti format sandwich immunoassay dengan antibodi detektor terkonjugasi partikel emas (AuNP) pada conjugate-pad dan antibodi penangkap pada test-line, dengan membran nitroselulosa CN140 sebagai media aliran. Hasil analisis menunjukkan gradien biologis yang konsisten dan bermakna secara statistik (Kruskal-Wallis, p < 0,001): kadar IL-18 paling rendah pada kelompok normal, meningkat pada kelompok faktor risiko, dan tertinggi pada kelompok SKA. Pola bertingkat ini menjadikan IL-18 satu-satunya biomarker dalam studi ini yang mampu membedakan kelompok faktor risiko dari kelompok normal kemampuan yang tidak dimiliki hs-CRP maupun troponin I. Prototipe LFA IL-18 ii memperlihatkan spesifisitas yang memadai tanpa sinyal palsu pada uji blanko dan kontrol negatif, dengan limit of detection (LoD) 100 ng/mL pada matriks running buffer dan 300 ng/mL pada matriks serum (pengenceran 1:5), serta kemampuan deteksi semi kuantitatif hingga ~700 ng/mL. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi tiga pendekatan dalam satu kerangka kerja: konfirmasi klinis lintas spektrum risiko kardiovaskular, kajian interaksi molekuler IL-18 dengan antibodi secara in silico melalui molecular docking, serta perakitan prototipe LFA IL-18 berskala laboratorium. Temuan ini memperkuat basis bukti ilmiah tentang IL-18 pada populasi Indonesia dan meletakkan dasar bagi pengembangan alat skrining kardiovaskular yang cepat, spesifik, dan terjangkau.