Penyakit kardiovaskular (PKV) merupakan penyebab kematian tertinggi secara
global, termasuk di Indonesia. Upaya deteksi risiko sejak fase pra-klinis menjadi
kebutuhan mendesak karena biomarker konvensional seperti troponin I hanya
memberikan informasi pada tahap nekrosis miokard dan tidak mampu
mengidentifikasi risiko sebelum kejadian akut. Interleukin-18 (IL-18), sitokin
proinflamasi yang dihasilkan melalui jalur aktivasi NLRP3 inflammasome, terlibat
aktif dalam proses ateroinflamasi dan destabilisasi plak aterosklerotik, sehingga
berpotensi menjadi penanda biologis yang menghubungkan fase inflamasi subklinis
dengan progresi menuju sindrom koroner akut (SKA).
Penelitian ini bertujuan: menilai peran IL-18 sebagai biomarker prediktif pada
subjek berisiko kardiovaskular dan pasien SKA, membandingkan profil
diskriminatifnya terhadap hs-CRP dan troponin I, dan mengembangkan serta
memverifikasi prototipe kit diagnostik cepat berbasis Lateral Flow Assay (LFA)
untuk deteksi IL-18 sesuai prinsip Point-of-Care Testing (POCT).
Studi menggunakan rancangan potong-lintang deskriptif-analitik pada 68 subjek
yang dikelompokkan menjadi tiga kategori: normal, minimal satu faktor risiko
kardiovaskular, dan terdiagnosis SKA. Parameter klinis meliputi tekanan darah,
indeks massa tubuh, profil lipid, dan kadar glukosa sewaktu. Parameter biomarker
hs-CRP, troponin I, dan IL-18 yang diukur menggunakan metode enzyme-linked
immunosorbent assay (ELISA). Pengembangan LFA mengikuti format sandwich
immunoassay dengan antibodi detektor terkonjugasi partikel emas (AuNP) pada
conjugate-pad dan antibodi penangkap pada test-line, dengan membran
nitroselulosa CN140 sebagai media aliran.
Hasil analisis menunjukkan gradien biologis yang konsisten dan bermakna secara
statistik (Kruskal-Wallis, p < 0,001): kadar IL-18 paling rendah pada kelompok
normal, meningkat pada kelompok faktor risiko, dan tertinggi pada kelompok SKA.
Pola bertingkat ini menjadikan IL-18 satu-satunya biomarker dalam studi ini yang
mampu membedakan kelompok faktor risiko dari kelompok normal kemampuan
yang tidak dimiliki hs-CRP maupun troponin I. Prototipe LFA IL-18
ii
memperlihatkan spesifisitas yang memadai tanpa sinyal palsu pada uji blanko dan
kontrol negatif, dengan limit of detection (LoD) 100 ng/mL pada matriks running
buffer dan 300 ng/mL pada matriks serum (pengenceran 1:5), serta kemampuan
deteksi semi kuantitatif hingga ~700 ng/mL.
Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi tiga pendekatan dalam satu kerangka
kerja: konfirmasi klinis lintas spektrum risiko kardiovaskular, kajian interaksi
molekuler IL-18 dengan antibodi secara in silico melalui molecular docking, serta
perakitan prototipe LFA IL-18 berskala laboratorium. Temuan ini memperkuat
basis bukti ilmiah tentang IL-18 pada populasi Indonesia dan meletakkan dasar bagi
pengembangan alat skrining kardiovaskular yang cepat, spesifik, dan terjangkau.
Perpustakaan Digital ITB