digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Perkembangan infrastruktur bawah air yang pesat meningkatkan kebutuhan akan metode pemetaan objek bawah air yang semakin presisi. Meskipun lidar telah banyak digunakan dalam aplikasi terestrial, evaluasi empiris terhadap awan titik lidar bawah air (ULi) menggunakan dataset referensi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menilai konsistensi geometrik awan titik ULi di lingkungan perairan dangkal dengan membandingkannya terhadap awan titik terrestrial laser scanning (TLS) dan fotogrametri dari objek yang sama, dengan studi dilakukan di Kabupaten Kepulauan Seribu, Indonesia, menggunakan rangka acoustic Doppler current profiler (ADCP) sebagai objek target. Perbedaan geometrik dikuantifikasi menggunakan algoritma multiscale model-to-model cloud comparison (M3C2), dengan nilai kesalahan dilaporkan sebagai median dan median absolute deviation (MAD) pada tingkat kepercayaan 95%. ULi memiliki kesalahan sebesar 0,008 ± 0,012 m terhadap TLS dan 0,006 ± 0,013 m terhadap fotogrametri. Perbandingan dimensional rangka ADCP menunjukkan deviasi sebesar 0–0,015 m, dengan kesalahan yang lebih besar terkonsentrasi pada segmen yang dipengaruhi oleh efek tepi. Secara khusus, rangka ADCP (0,40 × 0,75 × 0,60 m) berhasil dideteksi oleh ULi, memenuhi kriteria deteksi fitur IHO S-44 Exclusive Order, yang mensyaratkan deteksi objek berbentuk kubus dengan ukuran lebih besar dari 0,5 m. Secara keseluruhan, awan titik ULi menunjukkan konsistensi geometrik pada tingkat milimeter hingga sentimeter terhadap semua dataset referensi, mengindikasikan kesesuaiannya untuk pemetaan objek bawah air secara detail dalam kondisi perairan dangkal yang jernih.