Perkembangan infrastruktur bawah air yang pesat meningkatkan kebutuhan akan
metode pemetaan objek bawah air yang semakin presisi. Meskipun lidar telah
banyak digunakan dalam aplikasi terestrial, evaluasi empiris terhadap awan titik
lidar bawah air (ULi) menggunakan dataset referensi masih terbatas. Penelitian
ini bertujuan untuk menilai konsistensi geometrik awan titik ULi di lingkungan
perairan dangkal dengan membandingkannya terhadap awan titik terrestrial laser
scanning (TLS) dan fotogrametri dari objek yang sama, dengan studi dilakukan di
Kabupaten Kepulauan Seribu, Indonesia, menggunakan rangka acoustic Doppler
current profiler (ADCP) sebagai objek target. Perbedaan geometrik dikuantifikasi
menggunakan algoritma multiscale model-to-model cloud comparison (M3C2),
dengan nilai kesalahan dilaporkan sebagai median dan median absolute deviation
(MAD) pada tingkat kepercayaan 95%. ULi memiliki kesalahan sebesar 0,008 ±
0,012 m terhadap TLS dan 0,006 ± 0,013 m terhadap fotogrametri. Perbandingan
dimensional rangka ADCP menunjukkan deviasi sebesar 0–0,015 m, dengan
kesalahan yang lebih besar terkonsentrasi pada segmen yang dipengaruhi oleh efek
tepi. Secara khusus, rangka ADCP (0,40 × 0,75 × 0,60 m) berhasil dideteksi oleh
ULi, memenuhi kriteria deteksi fitur IHO S-44 Exclusive Order, yang mensyaratkan
deteksi objek berbentuk kubus dengan ukuran lebih besar dari 0,5 m. Secara
keseluruhan, awan titik ULi menunjukkan konsistensi geometrik pada tingkat
milimeter hingga sentimeter terhadap semua dataset referensi, mengindikasikan
kesesuaiannya untuk pemetaan objek bawah air secara detail dalam kondisi
perairan dangkal yang jernih.
Perpustakaan Digital ITB