digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - ARYA SATYALIE
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Penelitian ini mengkaji perilaku lentur kolom beton bertulang (RC) yang diperkuat CFRP longitudinal, dengan fokus pada pengaruh sistem pengangkuran terhadap efektivitas perkuatan. Tiga spesimen dianalisis: kolom kontrol (C10), kolom dengan CFRP longitudinal dan pengangkuran standar ACI 440.2R-17 (C11), serta kolom dengan CFRP longitudinal, CFRP transversal, dan modifikasi pengangkuran (C12). Model analitik closed-form dikembangkan berdasarkan ACI 318 dan ACI 440.2R-17, mencakup analisis momen-kurvatur (model trilinear, dengan Menegotto-Pinto sebagai pembanding strain hardening baja) dan transformasi ke kurva gaya-perpindahan menggunakan kekakuan dua tahap dan integrasi panjang sendi plastis (???????? = 450 mm, SNI 2847:2019), dibandingkan terhadap data eksperimental pembebanan lateral monotonik (Pasaribu, 2024; Apriwelni et al., 2025). Model berhasil merepresentasikan pola umum perilaku M-? dan P-? ketiga spesimen. Selisih kapasitas lateral puncak model terhadap eksperimen adalah ?9,83% (C10), ?15,18% (C11), dan ?14,11% (C12). Pada C11, transformasi ke P-? memerlukan penyesuaian panjang efektif kolom (L = 1550 mm, dikurangi 250 mm tinggi pelat angkur) untuk merepresentasikan pergeseran titik lentur kritis akibat delaminasi selimut beton, konsisten dengan relokasi sendi plastis eksperimental ±250 mm dari dasar kolom. C12 menunjukkan modus kegagalan rupture CFRP dengan sendi plastis tetap di dasar kolom, mengindikasikan keberhasilan modifikasi pengangkuran mencegah debonding prematur. Perbandingan ini menormalisasi kapasitas lentur gabungan baja, beton, dan CFRP terhadap ACI 440.2R-17. Parameter krusial pada konfigurasi angkur standar ACI (C11) adalah panjang efektif kolom akibat zona kaku pelat angkur, bukan formula kapasitas momen nominal (Mn) itu sendiri.