digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Biaya riset dan pengembangan telah banyak dikeluarkan oleh beberapa perusahan dan bahkan beberapa Negara, tetapi hanya beberapa yang mencapai sukses menjadi teknologi baru atau produk riset yang terkomersialisasi. Kurva sukses industri dunia menunjukkan kondisi tersebut. Komersialisasi produk riset menjadi masalah dalam menghantarkan riset menuju komersialisasi. Kurva lembah kematian dalam proses komersialiasi produk adalah fase dimana laba tidak didapatkan dan resiko harus dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami komersialisasi produk riset, membangun kerangka kerja dan menghasilkan penyempurnaan model komersialisasi produk riset. Metode wawancara mendalam melalui pengambilan sampel bertujuan untuk digunakan dalam mengumpulkan data kualitatif yang berkaitan dengan topik riset. Para informan dikategorikan dalam empat domain pemangku kepentingan: akademisi, lembaga penelitian dan pengembangan, pengatur penelitian dan pengembangan, dan perusahaan berbasis riset. Transkrip wawancara sebagai data kualitatif dianalisis melalui tiga tahap proses penjaringan: penjaringan yang menggambarkan pernyataan tiap informan, penjaringan yang menggambarkan pernyataan tiap-tiap informan dalam kelompok, dan penjaringan yang menggambarkan gabungan dari tiap kelompok informan. Beberapa proses tersebut ditujukan untuk menghasilkan kerangka kerja komersialisasi produk riset. Aliran penelitian dan pengembangan dan aliran komersialisasi dikembangkan berdasar pada kerangka kerja yang telah dihasilkan. Model komersialisasi produk riset dibangun melalui penyusunan kumpulan celah dan solusi dalam aliran komersialisasi. Kendala-kendala yang tereksplorasi dalam proses komersialisasi produk riset diisi dengan solusi-solusi melalui beberapa analisis dan penyusunan. Aliran komersialisasi yang telah diperbaiki dihasilkan melalui penyusunan kumpulan celah dan solusi ini. Jembatan komersialisasi riset dan pengembangan (Jembatan R&D-C) dikembangkan berdasar aliran komersialisasi yang telah diperbaiki. Model ini berlaku sebagai jembatan riset menuju komersialisasi, itulah mengapa dinamakan dengan jembatan R&D-C. Model tersebut memberikan aliran komersialisasi yang dimulai dari pemetaan dan seleksi riset, dan berakhir pada tahapan indikator kinerja komersialisasi. Sumber ide riset sebagai titik umpan balik untuk aliran penelitian dan pengembangan dalam inspirasi ide-ide riset yang datang dari produk yang telah terkomersialisasi atau masalah pelanggan yang dihasilkan dalam aliran komersialisasi. Aliran komersialisasi dalam model jembatan R&D-C tersebut sebagian besar dilakukan oleh lembaga R&D-C, sebuah lembaga independen dengan tugas utama dalam komersialisasi produk riset. Selain berlaku sebagai jembatan riset menuju komersialisasi, lembaga R&D-C juga berlaku sebagai penghubung antara penyedia teknologi dengan penerima teknologi. Lembaga R&D-C memiliki empat model komersialiasi: sebagai inkubator bisnis yang menghasilkan teknologi untuk bisnis, sebagai lembaga transfer teknologi ke masyarakat yang menghasilkan teknologi untuk masyarakat, sebagai lembaga kerjasama industri/swasta yang menghasilkan teknologi untuk industri/swasta, dan sebagai fasilitator kebijakan pemerintah yang menghasilkan teknologi untuk kebijakan. Model jembatan R&D-C memberi proses aliran komersialisasi teknologi yang dilakukan oleh lembaga R&D-C dalam interkoneksi antar para pemangku kepentingan yang terlibat dalam proses komersialisasi teknologi yang sudah terlebih dahulu terbentuk dalam konsep taman teknologi. Dimana model komersialisasi Goldsmith dan Stage-Gate memiliki ketidakjelasan pembagian tugas dan ketidakobyektifan proses komersialisasi, jembatan R&D-C memberikan sebuah aliran komersialisasi produk riset melalui lembaga R&D-C sebagai lembaga independen dalam menghubungkan antar pemangku kepentingan. Disinilah model jembatan R&D-C berdiri pada posisinya. Riset ini memberikan wawasan dalam mengembangkan komersialisasi produk riset untuk pengembangan taman sains dan teknologi (STP). Model jembatan R&D-C perlu diuji coba dalam proses pelaksanaannya. Metode sistem lunak (SSM) dapat digunakan untuk menguji coba model ini, dan riset aksi dalam beberapa kasus STP adalah beberapa rencana riset untuk riset ke depan.