Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan senyawa obat berbasis bahan alam laut
karena merupakan salah satu negara maritim terbesar di dunia. Biota laut menghasilkan metabolit
sekunder yang unik serta memiliki potensi farmakologi yang jarang ditemukan pada biota darat. Hal
itu disebabkan oleh kondisi lingkungan laut yang relatif lebih ekstrem. Namun, pengembangan obat
berbasis sumber daya laut di Indonesia masih tergolong minim. Oleh karena itu, penelitian ini
dilakukan sebagai upaya awal pengembangan bioprospeksi dengan sumber daya laut Indonesia.
Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi senyawa caulerpin dari makroalga anggur laut Caulerpa
racemosa yang ditemukan di pesisir lautan dangkal. Sebanyak 30 kilogram sampel di keringkan
menggunakan oven pada suhu 50° C kemudian diekstraksi dengan pelarut etanol 96%
menggunakan metode microwave assisted extraction (MAE). Ekstrak hasil dipantau menggunakan
kromatografi lapis tipis (KLT) dan menunjukkan keberadaan caulerpin ditandai dengan bercak
merah setelah penyemprotan penampak bercak Ce(SO?)?. Ekstrak selanjutnya difraksinasi dengan
metode ekstraksi cair-cair dengan pelarut bertingkat n heksana,diklorometana,etil asetat,dan air
(1:1). Hasil pemantauan KLT menunjukkan senyawa caulerpin terdapat di fraksi n heksana. Fraksi
tersebut kemudian disubfraksinasi menggunakan kromatografi cair vakum dan dilanjutkan
kromatografi radial sehingga didapat 4 subfraksi gabungan. Subfraksi yang mengandung caulerpin
dimurnikan menggunakan KLT preparatif dan menghasilkan isolat caulerpin sebanyak 13 mg. Uji
kemurnian dilakukan menggunakan KLT dua dimensi (2D). Karakterisasi isolat menggunakan
spektroskopi FTIR menunjukkan pola serapan khas gugus fungsi caulerpin. Identifikasi dilakukan
dengan Analisis KCKT yang menunjukkan waktu retensi pada 4,621 menit, sedangkan analisis UV
menunjukkan nilai panjang gelombang maksimum (?maks) pada 220,6 nm dan 313,3 nm. Hasil
karakterisasi dan identifikasi tersebut mendukung isolat yang diperoleh senyawa caulerpin.
Perpustakaan Digital ITB