digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan senyawa obat berbasis bahan alam laut karena merupakan salah satu negara maritim terbesar di dunia. Biota laut menghasilkan metabolit sekunder yang unik serta memiliki potensi farmakologi yang jarang ditemukan pada biota darat. Hal itu disebabkan oleh kondisi lingkungan laut yang relatif lebih ekstrem. Namun, pengembangan obat berbasis sumber daya laut di Indonesia masih tergolong minim. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan sebagai upaya awal pengembangan bioprospeksi dengan sumber daya laut Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi senyawa caulerpin dari makroalga anggur laut Caulerpa racemosa yang ditemukan di pesisir lautan dangkal. Sebanyak 30 kilogram sampel di keringkan menggunakan oven pada suhu 50° C kemudian diekstraksi dengan pelarut etanol 96% menggunakan metode microwave assisted extraction (MAE). Ekstrak hasil dipantau menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT) dan menunjukkan keberadaan caulerpin ditandai dengan bercak merah setelah penyemprotan penampak bercak Ce(SO?)?. Ekstrak selanjutnya difraksinasi dengan metode ekstraksi cair-cair dengan pelarut bertingkat n heksana,diklorometana,etil asetat,dan air (1:1). Hasil pemantauan KLT menunjukkan senyawa caulerpin terdapat di fraksi n heksana. Fraksi tersebut kemudian disubfraksinasi menggunakan kromatografi cair vakum dan dilanjutkan kromatografi radial sehingga didapat 4 subfraksi gabungan. Subfraksi yang mengandung caulerpin dimurnikan menggunakan KLT preparatif dan menghasilkan isolat caulerpin sebanyak 13 mg. Uji kemurnian dilakukan menggunakan KLT dua dimensi (2D). Karakterisasi isolat menggunakan spektroskopi FTIR menunjukkan pola serapan khas gugus fungsi caulerpin. Identifikasi dilakukan dengan Analisis KCKT yang menunjukkan waktu retensi pada 4,621 menit, sedangkan analisis UV menunjukkan nilai panjang gelombang maksimum (?maks) pada 220,6 nm dan 313,3 nm. Hasil karakterisasi dan identifikasi tersebut mendukung isolat yang diperoleh senyawa caulerpin.