Resistensi antimikroba merupakan ancaman kesehatan global yang mendorong pencarian agen
antimikroba baru dari sumber alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi jamur dari tanah
Kawah Rengganis, Bandung, serta mengevaluasi aktivitasnya terhadap bakteri patogen
Enterococcus faecalis, Staphylococcus aureus, Klebsiella pneumoniae, Acinetobacter baumannii,
Pseudomonas aeruginosa, Escherichia coli serta jamur Candida albicans. Sebanyak 8 isolat jamur
yang diisolasi kemudian melalui tahap identifikasi, fermentasi, ekstraksi, dan menghasilkan 16
ekstrak dari fraksi biomassa dan media. Sebanyak 15 ekstrak menunjukkan aktivitas dengan KHM ?
2048 µg/mL. Aktivitas terbaik ditunjukkan terhadap E. faecalis oleh ekstrak biomassa KR 2-c, ekstrak
biomassa KR 4-a, dan ekstrak biomassa KR 4-b dengan aktivitas moderat dan KHM 256 ?g/mL,
sedangkan ekstrak lainnya menunjukkan aktivitas moderat hingga lemah terhadap mikroba uji
dengan KHM lebih tinggi. Ekstrak media KR 1-b dan biomassa KR 2-c menunjukkan aktivitas
bakterisidal berdasarkan rasio KBM/KHM. Hasil ini menunjukkan bahwa jamur dari tanah Kawah
Rengganis berpotensi sebagai sumber senyawa antibakteri baru.
Perpustakaan Digital ITB