digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Resistensi antibiotik merupakan permasalahan kesehatan global yang memerlukan perhatian serius. Salah satu pendekatan untuk mengatasi hal ini adalah dengan menemukan sumber antibiotik baru dari biota laut, seperti spons laut yang diketahui memiliki mikroorganisme endofit yang mampu menghasilkan metabolit dengan aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi jamur endofit dari spons laut asal Pantai Balangan, Bali, serta mengevaluasi potensi aktivitas antibakterinya terhadap bakteri patogen, termasuk Escherichia coli dan kelompok ESKAPE. Metode penelitian dimulai dengan isolasi lalu dilanjut fermentasi dan ekstraksi. Aktivitas antibakteri diuji dengan metode difusi cakram, diikuti penentuan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) melalui mikrodilusi, dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) melalui metode drop test. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 16 ekstrak menunjukkan aktivitas terhadap Staphylococcus aureus, 2 ekstrak terhadap Acinetobacter baumannii, dan masing-masing 1 ekstrak terhadap Pseudomonas aeruginosa serta Enterobacter aerogenes, namun tidak ditemukan aktivitas terhadap Escherichia coli dan Klebsiella pneumoniae. Aktivitas moderat ditunjukkan oleh ekstrak biomassa FSBA 4 dengan KHM sebesar 256 µg/mL dan ekstrak media FSBA 6 sebesar 512 µg/mL yang menunjukkan aktivitas bakteriostatik pada keduanya. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa jamur endofit dari spons laut Pantai Balangan berpotensi sebagai sumber antibakteri baru.------------------------------