Resistensi antibiotik merupakan permasalahan kesehatan global yang memerlukan perhatian
serius. Salah satu pendekatan untuk mengatasi hal ini adalah dengan menemukan sumber antibiotik
baru dari biota laut, seperti spons laut yang diketahui memiliki mikroorganisme endofit yang
mampu menghasilkan metabolit dengan aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk
mengisolasi jamur endofit dari spons laut asal Pantai Balangan, Bali, serta mengevaluasi potensi
aktivitas antibakterinya terhadap bakteri patogen, termasuk Escherichia coli dan kelompok ESKAPE.
Metode penelitian dimulai dengan isolasi lalu dilanjut fermentasi dan ekstraksi. Aktivitas antibakteri
diuji dengan metode difusi cakram, diikuti penentuan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) melalui
mikrodilusi, dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) melalui metode drop test. Hasil penelitian
menunjukkan sebanyak 16 ekstrak menunjukkan aktivitas terhadap Staphylococcus aureus, 2
ekstrak terhadap Acinetobacter baumannii, dan masing-masing 1 ekstrak terhadap Pseudomonas
aeruginosa serta Enterobacter aerogenes, namun tidak ditemukan aktivitas terhadap Escherichia
coli dan Klebsiella pneumoniae. Aktivitas moderat ditunjukkan oleh ekstrak biomassa FSBA 4 dengan
KHM sebesar 256 µg/mL dan ekstrak media FSBA 6 sebesar 512 µg/mL yang menunjukkan aktivitas
bakteriostatik pada keduanya. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa jamur endofit
dari spons laut Pantai Balangan berpotensi sebagai sumber antibakteri baru.------------------------------
Perpustakaan Digital ITB