ABSTRAK Rizki Febrian
Terbatas Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan
SKRIPSI Rizki Febrian
Terbatas Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan
Indonesia berada pada zona konvergensi antar-lempeng yang menghasilkan ratusan
sesar aktif kerak dangkal dengan potensi kegempaan tinggi. Karakterisasi
parameter sumber gempa, khususnya magnitudo momen (????????????????) dan laju gerak sesar
(S), merupakan komponen utama dalam Probabilistic Seismic Hazard Analysis
(PSHA). Namun, keterbatasan data geodetik dan paleoseismologi pada sebagian
besar segmen menyebabkan tingginya ketidakpastian estimasi parameter tersebut.
Penelitian ini mengestimasi ????????????????, momen seismik (????????0), slip (???????? ????
), dan laju gerak sesar
komplementer (????????????????????????????????????????) pada 401 segmen sesar aktif kerak dangkal berdasarkan
basis data PuSGeN 2024. Metode yang diterapkan adalah pendekatan logic tree
earthquake-scaling relationship oleh Gunawan (2021) yang menggabungkan
delapan model penskalaan global dengan bobot spesifik untuk rezim strike-slip dan
dip-slip, dilengkapi pendekatan Reference Fault Matching (RFM) untuk penetapan
periode ulang gempa (T). Berbeda dari studi-studi sebelumnya yang menerapkan
hubungan penskalaan tunggal, penelitian ini menerapkan kerangka logic tree
tersebut secara menyeluruh, terintegrasi dengan RFM, pada seluruh segmen basis
data PuSGeN 2024. Pendekatan logic tree berhasil mengestimasi ???????????????? pada 295
segmen (74%) dalam rentang keberlakuan seluruh model, menghasilkan rentang
???????????????? 6.11 – 8.05. Sebanyak 106 segmen (26%) ditandai X karena berada di luar
rentang keberlakuan minimal satu model. Evaluasi konsistensi terhadap ????????????????????????????????????????
PuSGeN 2024 menunjukkan konsistensi tinggi dengan MAE 0.134, median selisih
absolut 0.071, RMSE 0.210, dan MBE +0.027 magnitudo, dan sebanyak 97%
segmen memiliki |?????????????????| < 0.50 magnitudo. Estimasi ???????????????????????????????????????? menghasilkan MAE
7.06, median selisih absolut 3.95, RMSE 12.00, dan MBE +1.12 mm/tahun
terhadap ???????????????????????????????????????????????????????? referensi. Divergensi terbesar teramati pada sistem transformasi
cepat Mamberamo dan Wapoga di Papua Utara (rasio ????????????????????????????????????????/???????????????????????????????????????????????????????? < 0.25),
mencerminkan keterbatasan RFM untuk sistem transformasi cepat dengan slip-rate
60 – 70 mm/tahun. Secara keseluruhan, pendekatan komplementer logic tree ini
menunjukkan konsistensi yang baik terhadap basis data PuSGeN 2024 dan
berpotensi kuat untuk mendukung pengembangan kajian PSHA berbasis sesar aktif
di Indonesia.
Perpustakaan Digital ITB