digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Chairul Akhyar
Terbatas  Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan

Metode magnetotellurik (MT) merupakan metode elektromagnetik pasif yang banyak digunakan dalam eksplorasi panas bumi karena memanfaatkan variasi alami medan elektromagnetik bumi untuk mencitrakan resistivitas bawah permukaan hingga kedalaman puluhan kilometer. Karena inversi MT pada praktiknya umumnya mengandalkan perangkat lunak komersial yang menyembunyikan mekanisme algoritmiknya, penelitian ini membangun algoritma inversi MT 1D secara mandiri menggunakan Python, berbasis metode Gauss- Newton dengan regularisasi kriteria kehalusan (Smoothness Constraint) Tikhonov orde-2. Tiga skema parameterisasi diuji pada data sintetik model bumi tipe H dan K (tiga hingga lima lapisan) blocky model, many thin layers tanpa regularisasi, dan many thin layers dengan smoothness constraint, dengan parameter regularisasi ? ditentukan melalui analisis kurva trade-off antara data misfit dan model roughness. Hasil menunjukkan smoothness constraint mampu menstabilkan solusi hingga mendekati performa blocky model tanpa memerlukan asumsi jumlah dan posisi lapisan di awal, meski menimbulkan efek smearing pada batas lapisan sebagai trade-off kehalusan-resolusi. Algoritma tersebut selanjutnya diterapkan secara sekuensial pada 31 stasiun data sintetik 2D (mode TE dan TM, 18 periode per stasiun) untuk menghasilkan penampang resistivitas pseudo-2D, dengan validasi ? melalui kurva trade-off pada stasiun terpilih. Hasil pseudo-2D menunjukkan mode TE memberikan rekonstruksi geometri dan kontras resistivitas paling akurat terhadap model acuan, termasuk zona resistif dalam yang gagal dipulihkan mode TM akibat distorsi galvanik, sementara data Invariant tidak menunjukkan perbaikan dibanding TE. Disimpulkan bahwa algoritma inversi 1D dengan smoothness constraint yang dibangun terbukti stabil dan akurat, serta efektif sebagai basis skema inversi sekuensial pseudo-2D untuk interpretasi struktur resistivitas panas bumi, sekaligus menjadi dasar metodologis pengembangan inversi MT yang lebih kompleks pada penelitian selanjutnya.