ABSTRAK Chairul Akhyar
Terbatas Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan
Metode magnetotellurik (MT) merupakan metode elektromagnetik pasif yang
banyak digunakan dalam eksplorasi panas bumi karena memanfaatkan variasi
alami medan elektromagnetik bumi untuk mencitrakan resistivitas bawah
permukaan hingga kedalaman puluhan kilometer. Karena inversi MT pada
praktiknya umumnya mengandalkan perangkat lunak komersial yang
menyembunyikan mekanisme algoritmiknya, penelitian ini membangun algoritma
inversi MT 1D secara mandiri menggunakan Python, berbasis metode Gauss-
Newton dengan regularisasi kriteria kehalusan (Smoothness Constraint) Tikhonov
orde-2. Tiga skema parameterisasi diuji pada data sintetik model bumi tipe H dan
K (tiga hingga lima lapisan) blocky model, many thin layers tanpa regularisasi,
dan many thin layers dengan smoothness constraint, dengan parameter
regularisasi ? ditentukan melalui analisis kurva trade-off antara data misfit dan
model roughness. Hasil menunjukkan smoothness constraint mampu
menstabilkan solusi hingga mendekati performa blocky model tanpa memerlukan
asumsi jumlah dan posisi lapisan di awal, meski menimbulkan efek smearing pada
batas lapisan sebagai trade-off kehalusan-resolusi. Algoritma tersebut selanjutnya
diterapkan secara sekuensial pada 31 stasiun data sintetik 2D (mode TE dan TM,
18 periode per stasiun) untuk menghasilkan penampang resistivitas pseudo-2D,
dengan validasi ? melalui kurva trade-off pada stasiun terpilih. Hasil pseudo-2D
menunjukkan mode TE memberikan rekonstruksi geometri dan kontras resistivitas
paling akurat terhadap model acuan, termasuk zona resistif dalam yang gagal
dipulihkan mode TM akibat distorsi galvanik, sementara data Invariant tidak
menunjukkan perbaikan dibanding TE. Disimpulkan bahwa algoritma inversi 1D
dengan smoothness constraint yang dibangun terbukti stabil dan akurat, serta
efektif sebagai basis skema inversi sekuensial pseudo-2D untuk interpretasi
struktur resistivitas panas bumi, sekaligus menjadi dasar metodologis
pengembangan inversi MT yang lebih kompleks pada penelitian selanjutnya.
Perpustakaan Digital ITB