digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Pada penelitian ini dilakukan penentuan interval waktu penggantian preventif optimal selama waktu delay dengan mempertimbangkan beban operasi mesin. Beban operasi mesin mempengaruhi keandalan dan jika mesin dioperasikan di atas beban normal maka mesin akan cepat mengalami kerusakan. Fase kerusakan diawali munculnya indikasi kerusakan hingga mesin mengalami kegagalan berfungsi atau breakdown. Interval waktu dari munculnya indikasi kerusakan hingga terjadi kegagalan berfungsi disebut waktu delay. Untuk memodelkan kerusakan sistem yang terdeteriorasi digunakan model Accelerated Failure Time (AFT). Pada tesis ini dilakukan penentuan interval waktu penggantian preventif optimal selama waktu delay dengan model kerusakan AFT. Dua kebijakan yang dipertimbangkan yaitu Age Replacement during Delay Time Policy (ARDTP) dan Opportunistic Age Replacement during Delay Time Policy (OARDTP). Interval waktu penggantian preventif optimal diperoleh dengan meminimumkan total ongkos per unit waktu. Contoh numerik diberikan untuk menjelaskan solusi optimal untuk beban normal dan penggunaan beban berlebih. Kebijakan Age Replacement during Delay Time Policy (ARDTP) menghasilkan interval waktu penggantian preventif optimal 42% lebih panjang dari kebijakan Opportunistic Age Replacement during Delay Time Policy, sedangkan total ongkos per unit waktu kebijakan ARDTP lebih murah dari kebijakan OARDTP.