digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Interaksi antar budaya tidak bisa dielakkan bagi seseorang yang bekerja di luar negeri, dan tanpa kecuali bagi Expatriat dari Indonesia yang bekerja di negara – negara Timur Tengah, termasuk Qatar. Interaksi antar budaya dalam pekerjaan bagi Expatriat Indonesia di Qatar memiliki beberapa aspek antar budaya, jadi selain beda budaya, Qatar juga memiliki lingkungan di tempat kerja dengan orang – orang dari berbagai bangsa dari penjuru dunia. Pada studi ini teridentifikasi bahwa ekspatriat Indonesia mengalami culture shock dan tantangan adaptasi pada tahun pertama masa kerja mereka di Qatar. Kesamaan pada dimensi atau intercultural framework Hall High-Context antara ekspatriat Indonesia dan masyarakat local sebagai budaya dominan di Qatar tidak serta-merta menjamin bahwa ekspatriat Indonesia dapat melewati tahun pertama mas kerjanya dengan baik. Perbedaan konteks internal yang terbentuk oleh pengaruh regional dan iklim menimbulkan kesenjangan yang signifikan. Selanjutnya, studi ini juga menemukan indikasi adanya penguatan (pendalaman) dimensi Lewis Reactive ketika ekspatriat Indonesia ketika menghadapi tantangan adaptasi di lingkungan kerja. Selain itu, kekurangan pada faktor-faktor tertentu berpotensi memperlebar kesenjangan, antara lain kemampuan bahasa asing, ketahanan mental, kemampuan komunikasi dan soft skills, serta ketersediaan informasi yang memadai mengenai negara tujuan. Oleh karena itu, studi ini mengusulkan rekomendasi berupa peningkatan dukungan dari KBRI Doha dan atau kelompok diaspora Indonesia di Qatar untuk dapat mengurangi efek Culture Shock terutama pada tahun pertama pada masa kerja expatriate Indonesia di lingkungan kerjanya sehingga tidak berdapat pada kinerja mereka. Dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui penyediaan kanal dan touchpoint berbasis media digital, misalnya situs web interaktif yang dapat menjangkau calon ekspatriat maupun ekspatriat Indonesia yang baru tiba di Qatar. Kanal ini diharapkan dapat memberikan panduan yang tepat mengenai Qatar, termasuk kebiasaan dan tradisi setempat, serta budaya kerja di lingkungan organisasi,