digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Adriani Phady
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

COVER Adriani Phady
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

BAB 1 Adriani Phady
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

BAB 2 Adriani Phady
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

BAB 3 Adriani Phady
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

BAB 4 Adriani Phady
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

BAB 5 Adriani Phady
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

BAB 6 Adriani Phady
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

BAB 7 Adriani Phady
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

PUSTAKA Adriani Phady
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

LAMPIRAN Adriani Phady
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Pengembangan energi terbarukan menjadi strategi penting bagi Indonesia dalam mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Ocean Thermal Energy Conversion (OTEC) menawarkan sumber energi berkelanjutan dengan memanfaatkan perbedaan suhu antara air laut permukaan dan kedalaman. Penelitian ini menganalisis kinerja dan kelayakan sistem OTEC closed cycle pada kondisi perairan Bungkulan, Bali Utara melalui simulasi termodinamika tiga kandidat siklus Rankine, Kalina, dan Uehara serta penyusunan desain awal platform terapung untuk prototipe OTEC berkapasitas bersih 13,6 MW. Metodologi mencakup studi literatur sistem OTEC, pengumpulan dan pengolahan data suhu laut (HYCOM 2021–2024) serta data oseanografi untuk memperoleh profil ????? sebagai dasar kondisi operasi. Simulasi dilakukan menggunakan Aspen Plus V14 untuk menentukan efisiensi termal dan daya bersih optimal, yang selanjutnya digunakan dalam perancangan komponen utama seperti heat exchanger, cold water pipe, riser, dan general arrangement platform. Analisis ekonomi dilakukan melalui estimasi CAPEX, OPEX, dan perhitungan LCOE, dilengkapi analisis sensitivitas terhadap tarif listrik, tingkat diskonto, inflasi, dan harga material. Analisis ini menegaskan pentingnya kajian lebih mendalam terhadap struktur biaya untuk menurunkan LCOE dan meningkatkan keekonomian proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rankine cycle merupakan siklus paling layak dengan daya bersih 13,601 MW dan efisiensi 1,83%, serta memberikan stabilitas operasi terbaik pada kondisi termal Bali Utara. Desain struktur terapung, mooring system, dan CWP mampu mendukung operasi stabil dengan capacity factor 0,90. Secara ekonomi, nilai LCOE sebesar Rp2.313/kWh masih kompetitif untuk teknologi energi laut, dengan arus kas proyek menunjukkan tren positif setelah masa pelunasan pinjaman. Selain memiliki prospek teknis dan finansial yang baik, OTEC juga menawarkan co-benefits seperti produksi air tawar, mariculture, district cooling, dan wisata edukasi yang dapat meningkatkan nilai ekonomi proyek. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi teknis dan ekonomi dalam pengembangan OTEC di Indonesia.