Tesis ini menyajikan metode evaluasi terhadap proyek mineral strategis dengan
memperhatikan ketidakpastian (risiko) dan robustness (kekokohan). Metode
evaluasi ini diterapkan dalam bentuk studi kasus konseptual atas arsitektur sistem
logam tanah jarang mine-to-magnet di Indonesia. Pengembangan mineral strategis
di Indonesia termasuk logam tanah jarang berkaitan erat dengan kebijakan
hilirisasi nasional, tata kelola mineral strategis, penguatan kapabilitas industri,
dan potensi negara untuk berperan dalam rantai pasok global. Evaluasi dengan
pendekatan deterministik yang umum dilakukan memiliki keterbatasan dalam
menilai kelayakan proyek mineral strategis, karena asumsi atas parameterparameter
penentu
tidak
cukup
mencerminkan
ketidakpastian,
utamanya
dalam
hal
harga
komoditas, ketersediaan suplai mineral strategis, kinerja proses
(pengolahan, pemurnian, fabrikasi), kebutuhan modal, biaya operasi, dan
dinamika implementasi. Tesis ini menawarkan metode evaluasi dengan pendekatan
stokastik dan analisis robustness sebagai alternatif dari metode evaluasi
deterministik yang umum digunakan dalam mengevaluasi proyek-proyek mineral
strategis.
Tesis ini juga mengusulkan arsitektur sistem mine-to-magnet terintegrasi yang
menggabungkan suplai mineral ion adsorption clay dari Sulawesi Barat dengan
monasit dari Bangka yang merupakan sisa hasil pengolahan timah, yang kemudian
dilanjutkan dengan proses separasi dan pemurnian (metalisasi), serta fabrikasi
magnet NdFeB di Jawa Barat. Tesis ini memandang bahwa pengembangan logam
tanah jarang merupakan sistem industri yang kompleks dengan berbagai sumber
mineral strategis dan simpul pemrosesan. Cara pandang melalui perspektif ini
penting, menimbang bahwa nilai strategis pengembangan logam tanah jarang
tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sumber daya, tetapi juga oleh
kemampuan untuk mengoordinasikan keseluruhan rantai nilai, mulai dari hulu
sampai hilir, dalam suatu arsitektur sistem yang koheren.
Secara metodologis, tesis ini didasarkan pada kombinasi analisis discounted cash
flow deterministik, simulasi Monte Carlo, dan pendekatan analisis Robustness. Model deterministik memberikan indikator-indikator finansial dasar, seperti net
present value, internal rate of return, dan payback period, berdasarkan asumsiasumsi
yang telah ditetapkan. Selanjutnya, ketidakpastian dan dampaknya
dimodelkan melalui simulasi Monte Carlo yang menghasilkan distribusi
probabilitas atas kinerja keuangan. Analisis kemudian diperluas melalui penilaian
terhadap robustness dari arsitektur sistem pada berbagai kondisi ketidakpastian.
Melalui tesis ini terungkap bahwa arsitektur mine-to-magnet terintegrasi dapat
menjadi pilihan dan peta jalan strategis bagi Indonesia untuk bergerak dari
ekstraksi bahan mentah menuju hilirisasi logam tanah jarang yang bernilai tambah
lebih tinggi. Pemanfaatan berbagai sumber suplai mineral membuat arsitektur
yang diusulkan menjadi lebih robust karena mengurangi ketergantungan pada satu
basis sumber daya saja dan mendukung konfigurasi pasokan yang lebih resilien.
Selain itu, analisis menunjukkan bahwa kinerja keuangan bergantung pada harga
NdPr, kualitas, dan besaran suplai. Dengan kata lain, melalui tesis ini ditunjukkan
bahwa evaluasi proyek mineral strategis perlu dilakukan tidak hanya berdasarkan
indikator keuangan deterministik, tetapi juga melalui perspektif evaluasi yang telah
disesuaikan terhadap ketidakpastian dan berorientasi pada robustness dari model
arsitektur sistem.
Tesis ini memberikan sumbangan pada bidang riset bisnis terapan dengan
mengintegrasikan desain arsitektur sistem, pemodelan keuangan, analisis risiko
stokastik, dan penilaian robustness ke dalam satu kerangka evaluasi konseptual.
Studi ini juga memberikan implikasi bagi pembuat kebijakan, lembaga investasi,
perusahaan mineral strategis, lembaga riset, dan pemangku kepentingan keuangan
dalam merancang, mengelola, dan mengevaluasi model pengembangan logam
tanah jarang, dan lebih luas lagi, mineral strategis, di Indonesia.
Perpustakaan Digital ITB